Sebelum Hilang Terseret Arus Drainase di Batam, Dimas Sempat 2 Kali Pulang ke Rumah
Rini, Ibunda Dimas terkenang Dimas. Sebelum kejadian Dimas hanyut terseret arus drainase di Batam, dia sempat pulang ke rumah usai salat Jumat
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
"Malam sebelum kejadian dia sakit perut dan tidak bisa tidur satu malaman. Dia juga tidak bisa BAB.
Karena kasihan saya keluar beli obat untuknya pada pukul 03.00 subuh di apotek saat dia tidur," cerita Rini.
Lanjut Rini, setelah minum obat tersebut, keesokan harinya pukul 08.00 WIB, Dimas kembali sehat dan langsung BAB.
"Saat anak saya hilang sejak siang, kami terus berusaha mencarinya hingga sampai puku 05.00 WIB, ditemani Pak Ustad, dan beberapa petugas gabungan dan warga setempat," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, saluran air di Jalan Baloi Mas, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri memakan korban.
Remaja 16 tahun, Dimas ditemukan tewas dalam kondisi telungkup, Sabtu (4/9) sekira pukul 10.30 WIB.
Ia sebelumnya dinyatakan hilang, Jumat (3/9) siang.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan remaja hilang itu langsung bergerak melakukan pencarian.
Ini merupakan hari kedua pencarian Dimas.
Baca juga: Remaja SMP di Batam Hanyut di Saluran Air Kawasan Baloi, Tiga Orang Selamat, 1 Hilang
Baca juga: Pencarian Dimas, Remaja Hanyut di Saluran Air Baloi Batam Dilanjutkan Besok
Jasad Dimas ditemukan tak jauh di sekitar saluran air Taman Baloi yang mengarah ke laut.
Koordinator Lapangan Basarnas Tanjungpinang, Wawan membenarkan penemuan jenazah Dimas.
"Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.
Kurang lebih 1 mil dari titik pencarian kedua atau sekitar 3 sampai 4 mil dari tempat kejadian," ungkap Wawan kepada TribunBatam.id.
Saat ditemukan oleh tim gabungan korban dalam posisi mengapung dan telungkup serta sudah meninggal dunia.
Saat ini korban sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-jasad-dimas-remaja-hanyut-di-saluran-air-batam-1.jpg)