BATAM TERKINI
JIKA Jadi Belajar Tatap Buka, Siswa di Batam Kemungkinan Masuk 4 Shift
Siswa sekolah di Batam akan segera mendapatkan izin mengikuti sekolah tatap muka mulai minggu depan. Namun, kemungkinan sekolah ada yang masuk 4 shift
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Walikota Batam, Muhammad Rudi sudah memberi kesempatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dibuka kembali asalkan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Seluruh Kepala Sekolah juga sudah menyatakan kesiapannya untuk PTM kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.
"Insya Allah minggu depan, kondisi Covid-19 sudah melandai. Beliau (Rudi) sampaikan kami rapat dengan Kepala Sekolah bagaimana kesiapannya. Kami sudah rapat melalui zoom karena jumlahnya banyak. Kepala sekolah siap belajar tatap muka minggu depan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Kamis (16/9/2021).
Diakuinya pada Februari 2021 lalu hampir seluruh sekolah juga sudah menggelar PTM dilandaskan dengan prokes yang ketat.
Jadi pada dasarnya, tegas Hendri, sekolah siap belajar tatap muka.
"Waktu rapat dengan kepala sekolah juga sudah saya sampaikan, kesiapan yang sudah dilakukan itu tolong cek kembali. Seperti tempat cuci tangan airnya oke atau tidak, sabun, toilet tolong dibersihkan. Lama libur juga, mungkin ada yang perlu diperbaiki tolong siapkan," paparnya.
Pembukaan PTM ini akan dilakukan secara serentak di seluruh sekolah. Baik hinterland dan mainland, sekolah negeri ataupun swasta.
"SD 88,7 persen. Memang masih ada lagi beberapa sekolah yang belum mengajukan ke kami. Kalau SMP ada 14 sekolah yang belum," katanya.
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Batam Buka Mulai Minggu Depan, Ini Kata Wali Murid
Baca juga: KABAR GEMBIRA! Minggu Depan, Batam Bakal Buka Pembelajaran Tatap Muka
Hendri menegaskan, bagi sekolah yang belum mengajukan permohonan kepada Disdik Kota Batam, mereka tidak diperbolehkan menggelar sistem PTM.
Sekolah tersebut tetap harus belajar daring. Sementara bagi yang sudah mengajukan permohonan tatap muka, baru diperbolehkan untuk PTM.
Asalkan sesuai dengan SKB 4 menteri.
"Seperti maksimal 50 persen. Untuk TK atau PAUD ada ketentuannya juga," paparnya.
Bagi yang sekolahnya saat ini sedang double shift, maka teknisnya akan diatur sekolah.
Berbagai teknis yang dilakukan sekolah, kata Hendri akan dilaporkan kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Mungkin mereka akan bergantian masuk. Hendri mencontohkan misalnya, sekolah A, ada double shift, pagi dan sore. Sekarang harus didouble lagi jadi 4 shift.
"Jadi yang pagi kita bagi 2 sore juga bagi 2. Atau seandainya gurunya terbatas, mungkin senin selasa grup 1, lain hari grup lain, grup 1 daring. Begitu seterusnya," kata Rudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24022021kepala-dinas-pendidikan-batam-hendri-arulan.jpg)