Breaking News:

EKSPOSE KASUS NARKOBA DI BATAM

Sabu Senilai Rp 128 M Gagal Beredar di Indonesia Lewat Batam, Ini Kata Wakapolda Kepri

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan sebut, ratusan kilo sabu dapat mengancam hingga 429 ribu jiwa jika berhasil lolos dan dikonsumsi generasi muda

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Argianto
Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu beserta tersangka saat gelar ungkap kasus jaringan narkotika lintas negara di Mapolresta Barelang, Batam, Senin (20/9/2021). Sebanyak 107,258 kilogram sabu diamankan dari lima tersangka. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Narkotika jenis sabu milik jaringan internasional seberat 107,258 kilogram, gagal beredar di Indonesia setelah 5 (lima) kurirnya dibekuk oleh pihak kepolisian di Kota Batam.

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan menegaskan bahwa peredaran sabu ini menjadi atensi mereka.

Sebab, ratusan kilogram sabu itu dapat mengancam 321.774 orang atau 429 ribu jiwa jika berhasil lolos dan dikonsumsi generasi muda di Indonesia.

"Asumsinya, kalau dihitung, satu gram dikonsumsi 3 sampai 4 orang. Kalau ini [ratusan kilogram], bisa 321.774 orang atau 429 ribu jiwa manusia," ungkap Darmawan saat memimpin konferensi pers pengungkapan di Mapolresta Barelang, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Vonis PN Batam, Dua Terdakwa Sindikat Narkoba Selamat dari Hukuman Mati

Selain itu, pihaknya juga masih terus melakukan pendalaman untuk kasus jaringan Internasional tersebut.

"Generasi ke depan sangat penting diselamatkan," lanjutnya.

Darmawan mengatakan, sabu seberat 107,258 kilogram dihargai sebesar Rp 128 miliar.

Saat kelima tersangka akan mengirimkannya ke Kalimantan dengan modus memasukkannya ke dalam teh kotak China merek Guanyinwang.

Polisi pun menangkap mereka di perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

"Tahun ini adalah pengungkapan terbesar," ujar Kepala Bea Cukai Kepri, Akhmad Rofiq yang ikut berada di lokasi.

Lima Orang Ditangkap

Diberitakan, Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang menangkap 5 (lima) orang pengedar sabu jaringan internasional, Minggu (5/9/2021) lalu sekira pukul 6 pagi.

Saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan mengungkapkan, para tersangka berasal dari daerah berbeda.

RA (26) asal Jakarta, AJA (23) dari Jombang Jawa Timur, EAH (25) asal Pitung Sulawesi Utara, FOS (26) asal Batam, dan H (33) asal Jawa Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved