CORONA KEPRI
Warga Batam Antusias Ikuti Vaksinasi Corona di Polsek Batuaji
Vaksinasi corona di Batam masih digelar di Polsek Batuaji. Warga pun antusias mengikuti program tersebut.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Vaksinasi Corona di Batam yang diselenggarakan pada sejumlah Polsek masih terus berlangsung.
Termasuk di Polsek Batuaji. Animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi corona cukup tinggi.
Sudah hampir tiga bulan gerai Vaksinasi Lancang Kuning Merdeka digelar pada sejumlah polsek di Polda Kepri.
Siti Halimah salah satunya.
Warga Tanjunguncang ini bersyukur bisa mendapat vaksin covid-19 Moderna.
Ia sempat khawatir setelah mendapat kabar efek samping orang yang mendapat suntik vaksin covid-19.
Baca juga: LOKASI Vaksinasi Corona di Tanjungpinang Hari Ini
Baca juga: Lokasi Vaksinasi Corona di Karimun, Angka Kesembuhan Covid-19 Tembus 96 Persen
Anak-anaknya yang masih kecil dirinya khawatir jika sempat dirinya sakit."Suami saya kerja, nanti kalau saya sakit siapa yang jaga anak-anak,"kata Siti.
Dia berharap dirinya sehat dan tidak ada efek samping. Sementara mengenai pelaksanaan vaksinasi di Polsek Siti mengaku sangat senang.
"Ya enaklah tidak lama, waktu kita tidak banyak terbuang,"kata Siti.
"Saya dapat vaksin covid-19 dosis pertama. Maklumlah saya sudah tua," ucapnya, Rabu (22/9/2021).
Hari ini, Rabu (22/9/2021), Polsek Batuaji melaksanakan vaksinasi terhadap warga sebanyak 300 dosis dimana Sinovac 200 dosis dan moderna 100 dosis.
"Hari ini lumayan banyak, biasanya 200 dosis," kata Wakapolsek Batuaji AKP Sudianto.
Dia menjelaskan untuk moderna dikhususkan untuk umum.
Sementara untuk Sinovac dikhususkan untuk pelajar usia 12-17 tahun.
"Sampai saat ini, animo masyarakat masih tinggi," kata Sudianto.
NASIB PPKM Level 3 Batam
Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Batam samapi saat ini masih berada pada level 3.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Corona di Tanjungpinang Dosis 2 Usia 12-17 Tahun 48,20 Persen
Baca juga: Pemko Batam Dongkrak PAD saat Pandemi Covid-19, Kebut Capaian Vaksinasi Corona
Bahkan perpanjangan PPKM ini masih akan terus berlanjut hingga 4 Oktober mendatang.
Padahal kasus Covid-19 di Kota Batam sudah mulai melandai.
Ternyata Batam masih PPKM Level 3 dikarenakan tracing di Batam masih minim.
Sehingga, capaian tracing kontak erat pasien terpapar virus Covid-19 masih sangat rendah.
Melihat keputusan itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi tampak mengikuti hasil keputusan Inmendagri ini.
Bahwa kota Batam masih berada pada level 3. Dan tidak ada protes apapun ke Pemerintah Pusat.
Itu artinya masyarakat Kota Batam harus tetap menjaga protokol kesehatan (Protkes).
Hal ini agar menjaga tidak ada klaster-klaster baru yang timbul nantinya.
Sementara itu, mengenai capaian tracing, Rudi mengungkapkan sudah dijalankan sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan.
Untuk satu pasien terpapar, tim kesehatan akan melakukan tracing kepada 15 orang yang kontak erat, guna menemukan sebaran virus tersebut.
Upaya tracing ini juga dalam mencegah penyebaran dini, agar kasus bisa dibendung dan hanya berhenti pada mereka yang kontak erat, dan tidak meluas ke yang lain.
Baca juga: Vaksinasi Corona di Polsek Sagulung Batam Berhenti Jika Warga Sudah 100 Persen Divaksin
Baca juga: SMPN 27 Batam Kejar Belajar Tatap Muka, Capaian Vaksinasi Corona Dosis 2 Sudah 80 Persen
Ia menyebutkan saat ini total pasien yang dirawat adalah 38 orang. Artinya jumlah tracing dikalikan 15 orang.
"Totalnya ada 570 orang yang kita tracing. Ini untuk kasus yang di Batam saja, jika ditambahkan dengan PMI tentu totalnya akan bertambah, begitu juga dengan tracingnya," ujar Rudi saat berada di vihara, Rabu (22/9/2021).
Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan kalau bisa PMI tidak masuk dalam hitungan penambahan kasus di Batam.
Meskipun isolasinya di Batam.
"Tapi keputusan ada pada Menteri Kesehatan," katanya.
Rudi menambahkan, upaya tracing ini akan ditingkatkan agar pengendalian virus ini lebih baik.
Sebelumnya, Batam sudah berhasil menekan hingga zero kasus.
Tentu capaian ini tidak bisa didapatkan tanpa usaha tracing yang dilakukan tenaga kesehatan.
"Kalau tracing tidak jalan, saya rasa kasus tak akan turun-turun. Karena semakin cepat ditemukan sebaran kasus, maka tindakan juga cepat, sehingga laju kasus ini bisa dihentikan," katanya.
Baca juga: Lingga Kejar Zona Hijau Covid-19, Kasus Aktif Corona Tersisa 19 Orang
Baca juga: Batam Tanjung Pinang Pintu Masuk Jalur Laut, Kebijakan Indonesia Selama PPKM
Saat ini pengawasan akan ditingkatkan kembali, meskipun kasus melandai.
Ia mengaku tidak mau ada gelombang lanjutan terkait kasus Covid-19 di Batam.
Pembukaan pintu masuk bagi WNA menjadi momen peningkatan pengawasan, terutama di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara.
Rudi melanjutkan berbagai kebijakan pelonggaran sudah dikeluarkan, termasuk pembukaan kembali sektor hiburan seperti bioskop, meskipun dengan kapasitas yang masih terbatas.
"Bertahap menuju pemulihan ekonomi. Saya sangat berharap kepatuhan warga terhadap Protkes dan penerapan 5M tidak berubah, sehingga kondisi semakin membaik ke depannya," katanya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vaksinasi-corona-di-polsek-batuaji-batam-kepri.jpg)