Breaking News:

EKSPOSE KASUS NARKOBA DI BATAM

Polisi Buru Pemilik Kapal Mewah Pembawa 107 Kg Sabu-sabu di Batam

Polisi menyebut pengungkapan 107 kg sabu-sabu menggunakan kapal mewah yang ditaksir Rp 4 Miliar merupakan modus baru.

TribunBatam.id/Argianto
Polisi memburu pemilik kapal mewah pembawa 107 kg sabu-sabu yang diungkap Polresta Barelang. Foto Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu beserta tersangka saat gelar ungkap kasus jaringan narkotika lintas negara di Mapolresta Barelang, Batam, Senin (20/9/2021). Sebanyak 107,258 kilogram sabu diamankan dari lima tersangka. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang masih memburu pemilik kapal mewah SB Edward Blackbeard GT 18 Nomor 2255 LLa.

Kapal yang ditaksir Wakapolda Kepri mencapai Rp 4 Miliar itu, sebelumnya digunakan lima tersangka dalam upaya pengungkapan kasus sabu-sabu jaringan Internasional Cina-Malaysia-Indonesia.

Lima tersangka berinisial RA (26) asal Jakarta, AJA (23) dari Jombang Jawa Timur, EAH (25) asal Pitung Sulawesi Utara, FOS (26) asal Batam, dan H (33) asal Jawa Barat di sekitar perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa Batam, Minggu (5/9).

Kelimanya ditangkap saat akan mengirim 104 bungkus teh kotak China merek Guanyinwang berisikan sabu dengan berat 107,258 kilogram ke Kalimantan.

Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara mengatakan, pemilik kapal yatch adalah ZB.

Baca juga: Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago Alami Depresi, Masih Ditahan di Polresta Barelang

Baca juga: Kejari Batam Tunggu Berkas 5 Tersangka Penyelundupan 107 Kg Sabu: Kami Tak Main-Main

Dimana, statusnya saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) usai 5 (lima) tersangka lainnya berhasil ditangkap di perairan laut sekitar Pulau Putri Nongsa, Batam, Rabu (5/9/2021).

"[Kapal Mewah] Itu milik bosnya inisial ZB," ungkap Lulik saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Jumat (24/9/2021).

Tidak hanya pihak kepolisian, kasus ini sendiri ikut menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri Batam.

Pasalnya, sabu-sabu ratusan kilogram itu dapat mengancam nyawa 321.774 sampai 429 ribu jiwa jika berhasil lolos dan dikonsumsi.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi menegaskan, pihaknya tengah menunggu penyidik menyerahkan berkas perkara milik 5 (lima) tersangka dalam kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved