Jumat, 29 Mei 2026

PON XX PAPUA

Kalah TKO, Fighter Muaythai Kepri Gagal ke Semifinal PON XX Papua

Fighter andalan Kepri, Dirga Paradice, gagal melaju ke babak semifinal cabang olahraga (cabor) muaythai PON XX Papua setelah tumbang atas lawannya.

Tayang:
ISTIMEWA
Atlet Muaythai Kepri, Dirga Paradice saat mendapatkan perawatan medis. Dirga diketahui gagal melaju ke babak semifinal PON XX Papua usai dikalahkan lawannya asal Jawa Barat, Sandi Maleong. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Fighter andalan Kepri, Dirga Paradice, gagal melaju ke babak semifinal cabang olahraga (cabor) muaythai PON XX Papua setelah tumbang atas lawannya, Selasa (28/9/2021).

Dirga diketahui kalah TKO dari fighter asal Jawa Barat, Sandi Maleong di GOR STT Gidi, Sentani, Papua.

Bertarung di kelas 75 kilogram, Dirga cukup kesulitan menghadapi perlawanan dari Sandi.

Bahkan, fighter Kepri ini dikejutkan dengan sapuan Sandi yang membuatnya jatuh saat laga baru memasuki setengah menit pertama.

Masuk ke ronde dua, Dirga sempat memberi perlawanan.

Di mana, Dirga tampil apik dalam memperlihatkan hasil latihannya selama ini dengan menangkis sejumlah serangan dari Sandi dan terus membalasnya.

Baca juga: DIGUGAT Terkait UMK, Pemprov Kepri Ajukan Kasasi, Syaiful : Itu Melukai Hati Buruh

Baca juga: GASAK Uang Ratusan Juta Rupiah, 2 Pembunuh Bos Besi Tua di Bintan Terancam Hukuman Mati

Namun, petaka terjadi di ronde ketiga. Dua kali Dirga gagal mengatasi sapuan Sandi dan harus terjatuh.

Saat berusaha mengejar ketertinggalan perolehan poin, bagian alat vital Dirga terkena lutut lawan. 

Hal ini membuat Dirga mengerang kesakitan dan tak bisa melanjutkan perlawanan dan wasit serta juri pun membuat keputusan untuk memenangkan Sandy.

Terkait kekalahan ini, pelatih Muaythai Kepri, Hendri Wahyudi mencoba untuk menerimanya. 

Kendati demikian, Hendri sedikit mempertanyakan keputusan wasit dan dewan juri yang menghentikan pertandingan dan memenangkan Sandi.

"Serangan yang dilakukan Sandy pada Dirga adalah tindakan ilegal. Serangan knee itu mengarah pada bagian kemaluan dan membuat petarung Kepri kesakitan," katanya.

Selain menganggap tindakan itu ilegal, Hendri mengatakan bahwa hal itu juga cukup membahayakan. 

"Dirga masih menjalani perawatan. Semoga Dirga tidak mengalami cedera serius," harapnya.

Bahkan, ia pun berencana mengajukan protes secara resmi atas keputusan wasit dan dewan juri tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved