Rabu, 3 Juni 2026

SEJARAH Sungai Carang Tanjungpinang, Dulu Pusat Pemerintahan Negara Besar

Mungkin tak banyak yang tahu jika di masa dulu, kawasan Sungai Carang pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar.Simak sejarahnya di sini.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Mungkin tak banyak yang tahu jika di masa dulu, kawasan Sungai Carang pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Mungkin tak banyak yang tahu jika di masa dulu, kawasan Sungai Carang pernah menjadi pusat pemerintahan negara yang besar.

Yakni Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang.

Jika dilihat masa sekarang, kawasan Kesultanan itu meliputi seluruh Provinsi Kepulauan Riau, beberapa daerah lain di Sumatera, dan sebagian besar Malaysia, dan Singapura.

Cerita ini disampaikan oleh Budayawan Kepri, Dr. H. Abdul Malik, M. Pd kepada TRIBUNBATAM.id.

Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji itu menyampaikan, sebelum Sultan Mahmud Riayat Syah memindahkan pusat pemerintahan ke Daik, Lingga, dan kedudukan Yang Dipertuan Muda dipindahkan ke Pulau Penyengat Indera Sakti, kedua penguasa negeri itu berhimpun di pusat pemerintahan di Sungai Carang, Hulu Riau.

Begitulah Sungai Carang memainkan perannya yang sangat signifikan dalam perjalanan sejarah kejayaan Kesultanan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang.

Tersebutlah Laksemana Tun Abdul Jamil atas titah Sultan Abdul Jalil Syah III membuka Sungai Carang, Hulu Riau di wilayah administratif Kota Tanjungpinang sekarang, pada 1673.

Baca juga: Air Dohot Khas Pulau Penyengat Buatan Raja Aisyah Tenar, Raja Bersyukur Banyak Peminat

Baca juga: VIDEO - Helikopter Bawa Bendera Merah Putih Bikin Warga Tanjungpinang dan Pulau Penyengat Heboh

Tak diragukan lagi bahwa yang terpikirkan oleh Baginda Sultan dan para pembesar Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang kala itu adalah ini.

Kawasan itu, Sungai Carang, akan dikembalikan menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Melayu yang ternama untuk menjulangkan kembali kejayaan tamadun Melayu setelah robohnya Kerajaan Melaka.

Bukankah semasa Kerajaan Bintan, pulau bertuah itu pun pernah menjadi pusat pemerintahan negara?

Kini pun, setelah dibukanya Sungai Carang, tak diragukan lagi bahwa kawasan Tanjungpinang itu dapat menggantikan posisi Johor yang kala itu masih menjadi pusat pemerintahan kerajaan.

Begitulah, kemudian, Sungai Carang atau Hulu Riau menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Johor setelah pusat pemerintahan dipindahkan dari Johor ke Pulau Riau oleh Sultan Ibrahim Syah, penerus Sultan Abdul Jalil Syah III.

Pulau Riau sesungguhnya adalah pulau kecil yang dipisahkan oleh Sungai Carang, Sungai Terusan, Sungai Ladi, dan Sungai Timun dengan tanah besar Pulau Bintan.

Di kalangan masyarakat tempatan, kota itu juga disebut Riau Lama, Kota Raja, atau Kota Lama.

Penamaan Kota Raja dilakukan sehubungan dengan kota itu dijadikan tempat kedudukan Sultan Riau-Johor atau Yang Dipertuan Besar, yang kala itu dijabat oleh Sultan Ibrahim.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved