Breaking News:

Pekerja PHK Bisa Mencairkan JKP BPJS Ketenagakerjaan, Cek Cara dan Syaratnya

Ada beberapa prosedur untuk klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaa. Dengan JKP, pekerja yang mengalami PHK bisa mendapat dana bantuan berupa uang tunai.

ISTIMEWA
BPJS KETENAGAKERJAAN - Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan bisa dimanfaatkan oleh mereka yang mengalami PHK. FOTO: FOTO: ILUSTRASI BPJS KETENAGAKERJAAN 

Jika data tidak lengkap atau tidak benar, akan diberikan catatan pada formulir data peserta dan memberitahukan secara online atau peserta maupun perusahaan dapat memperbaiki dan melengkapi data, serta menyerahkannya lagi kepada BPJS Ketenagakerjaan secara online

5. Pembayaran manfaat

Manfaat uang tunai akan dibayarkan paling lama 3 hari kerja setelah mengajukan manfaat JKP.

Uang itu nantinya akan ditransfer ke rekening peserta.

Sementara bagi perusahaan yang menunggak iuran JKP, manfaat tunai tetap dapat diberikan ke peserta dengan ketentuan:

  • Menunggak iuran sampai 3 bulan berturut-turut dan melakukan PHK, maka manfaat JKP dibayarkan terlebih dahulu.
  • Perusahaan selanjutnya wajib membayar tunggakan iuran kepada BPJS Ketenagakerjaan
  • Menunggak iuran JKP lebih dari 3 bulan berturut-turut dan terjadi PHK, perusahaan wajib membayar terlebih dahulu manfaat tunai JKP kepada peserta.
  • Perusahaan selanjutnya dapat menagihkan nilai manfaat tunai yang sudah diberikan jika iuran yang tertunggak telah dilunasi.

Untuk dapat menikmati seluruh manfaat JKP, tentunya pekerja harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan tertib membayar iuran.

Baca juga: CEK Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan dengan 4 Cara Ini

Baca juga: Cara Mudah Pindah Faskes BPJS Kesehatan Secara Online

Syarat peserta JKP BPJS Ketenagakerjaan

  • WNI
  • Belum mencapai usia 54 tahun
  • Pekerja di perusahaan atau badan usaha skala menengah dan besar yang sudah ikut 4 program (Jaminan Kecelakaan Kerja/JKK, Jaminan Kematian/JKM, Jaminan Hari Tua/JHT, dan Jaminan Pensiun/JP))
  • Pekerja skala kecil dan mikro dengan minimal ikut 3 program (JKK, JKM, dan JHT)
  • Terdaftar sebagai pekerja penerima upah pada badan usaha program JKN BPJS Kesehatan.

Besaran iuran JKP:

Iuran JKP dibayar dari gaji pekerja setiap bulan dan dipotong langsung oleh perusahaan.

Total besaran iuran JKP adalah 0,46% dari upah sebulan yang dilaporkan BPJS Ketenagakerjaan.

Rinciannya:

  • 0,22% dari upah sebulan, dibayarkan pemerintah pusat
  • 0,14% dari upah sebulan, diambil atau dipotong dari iuran JKK per bulan
  • 0,10% dari upah sebulan, diambil dari iuran JKM per bulan.
  • Upah sebulan yang ditetapkan untuk ikut program JKP, maksimal Rp 5 juta. (*)
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved