LINGGA TERKINI
Sanggar Seni Diram Perkase Lingga Tetap Aktif Meski Corona, Gelar Teater Bangsawan Melayu
Cara unik pun dipilih Sanggar Seni Diram Perkase Lingga untuk mementaskan teater bangsawan Melayu saat kondisi pandemi Covid-19.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sanggar Seni Diram Perkase, Desa Sungai Buluh di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri menampilkan sebuah pementasan teater bangsawan Melayu.
Mereka tetap eksis meski pandemi covid-19.
Budaya seni bangsawan ini mengisahkan sebuah drama ala kerajaan Melayu, yang diperagakan oleh kebanyakan dari pemuda Desa Sungai Buluh itu.
Sanggar Seni ini berinisiatif untuk mementaskan teater itu dengan membuat sebuah video atau film akibat kondisi pandemi.
Hal itu bertujuan agar bisa dinikmati oleh orang banyak, meski tidak bisa ditampilkan langsung di atas panggung pentas oleh penonton.
Bukan main-main, pembuatan video itu pun dibuat dengan secara totalitas dengan memakai dekorasi, pakaian Melayu, hingga adegan yang sudah dilatih.
Baca juga: Selalu Kesulitan Sejak Kecil tapi Hoki Dalam Bercinta, Lalu Bagaimana Peruntungan Weton Senin Pon?
Baca juga: PPKM Selesai Senin 4 Oktober 2021? SIMAK Info Lengkap Syarat Naik Pesawat Garuda, Lion Air, Citilink
Beberapa adegan dalam film ini juga menunjukkan seni silat Melayu, yang ditampilkan melalu adegan perkelahian.
Dari pantauan TribunBatam.id, beberapa dekorasi atau background untuk mengoptimalkan pementasan itu, di antaranya lokasi hutan, lokasi kerajaan, dan lokasi rumah melayu.
Proses pembuatan video itu pun memakan waktu selama tiga minggu, untuk mempersiapkan segala kebutuhan seadanya.
Sutradara Sanggar Seni Diram Perkase, Sariman Adi Pureza mengatakan, bahwa kegiatan yang mereka lakukan untuk melestarikan seni bangsawan Melayu.
Hal itu diketahui karena memang saat ini di Kabupaten Lingga, sudah sangat jarang adanya pementasan bangsawan melayu itu.
Ia menerangkan, cerita yang ia tulis itu kebanyak bukan dari cerita sejarah, melainkan sebuah kisah kehidupan masyarakat Melayu yang hidup pada zaman kerajaan dulu.
"Karena cerita sejarah itu hanya sumbernya, kita tidak tahu mana sumber yang benar.
Baca juga: Selalu Ingin Unggul dari Orang lain Jadi Watak Weton Senin Legi, Bagaiman dengan Peruntungannya?
Baca juga: BATAM Berhasil Raih Penghasilan Asli Daerah Senilai 50 Persen dari APBD
Jadi cerita yang saya susun itu sebuah kisah cerita rakyat dipadu dengan zaman kerajaan," jelas pria penulis naskah bangsawan ini kepada TribunBatam.id, Selasa (5/10/2021).
Namun, beberapa teater sejarah yang pernah mereka angkat, yakni Hang Tuah dan Sultan Mahmud Ri'ayat Syah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sanggar-seni-diram-perkase-lingga-kepri.jpg)