Breaking News:

Benarkah Masyarakat Indonesia Tak Cemas Bahaya Corona?

Di tengah kecemasan sebagian besar masyarakat global terhadap pandemi Covid-19 terdapat kelompok masyarakat Indonesia yang tak cemas akan virus corona

Istimewa
Foto tangkapan layar video viral kerumunan warga sambil berjoget-joget di Pantai Muriara, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Ahad (16/5/2021) 

TRIBUNBATAM.id - Pandemi virus corona atau Covid-19 masih terus meneror dunia, termasuk Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, termasuk otoritas kesehatan internasional dan lokal telah berulangkali menyatakan tentang bahaya Covid-19.

Tak seperti virus pada umumnya, Covid-19 bisa bermutasi dan memunculkan varian-varian baru yang berbahaya jika menginfeksi manusia.

Menariknya, di tengah kecemasan sebagian besar masyarakat global, terdapat kelompok masyarakat Indonesia yang tak cemas akan corona.

Dibanding warga negara lain, masyarakat Indonesia mempunyai level relatif lebih rendah terkait kecemasan dan ketakutan terhadap Covid-19, seperti diungkap penelitian terbaru Jhons Hopkins University.

Dilansir dari Tribunnews.com (13/10/2021), studi tersebut meneliti perilaku masyarakat terhadap Covid-19.

Baca juga: Tanjung Pinang Cetak Rekor, Nol Kasus Kematian Baru Covid-19 Selain PPKM Level I

Baca juga: BINTAN dan Lingga Nol Kasus Baru Covid-19, Tanjungpinang Terbanyak Kasus Baru di Kepri

Menurut Perwakilan Communication Science and Research Jhons Hopkins Center For Communication Program, Yunita Wahyu Nigrum, kurangnya kecemasan atau kekhawatiran ini berisiko menimbulkan dampak tidak baik.

Di mana masyarakat akan menjadi lengah terhadap protokol kesehatan.

"Jadi kalau melihat di sini itu, kalau orang semakin rendah memandang bahwa ini ancaman rendah, itu akan berakibat orang tersebut menjadi lengah.

Tidak melihat Covid-19 berpotensi masih berisiko," ungkapnya dalam seminar virtual.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved