BOCAH TENGGELAM DI BENGKONG
REAKSI Suryani Dicopot Jadi Kepala Puskesmas Tanjung Buntung Batam
Pemko Batam mencopot Suryani dari jabatan Kepala Puskesmas Tanjung Buntung karena dianggap lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jabatan Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Buntung Bengkong Batam harus dilepas Suryani.
Pencopotannya dari jabatan itu pun tak main-main.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam bahkan menyebut jika kesalahannya fatal.
Itu terjadi setelah seorang anak perempuan warga Bengkong Wahyu bernama Merry Destaria Br Nainggolan (12) dinyatakan meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Tanjungbuntung, Kamis (15/10) sore.
Ketika dibawa ke puskesmas terdekat (Puskesmas Tanjungbuntung), tidak ada dokter yang bisa menangani.
Hingga korban dirujuk ke RS Budi Kemuliaan, dokter di rumah sakit tersebut menyatakan yang bersangkutan telah meninggal sejak satu jam yang lalu.
Warga menyayangkan pelayanan Puskesmas Tanjungbuntung yang buruk membuat nyawa korban tak dapat tertolong.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam bereaksi cepat.
Baca juga: Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Dicopot, Pejabat Pengganti Langsung Dilantik Walikota
Baca juga: LAKUKAN Kesalahan Fatal, Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Batam Langsung Dicopot
Posisi yang ditinggalkan Suryani kini diisi Pra Reda Gusti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate.
Suryani yang dikonfirmasi mengenai pencopotannya dari Kepala Puskesmas Tanjung Buntung tak mau berkomentar banyak.
Kepada TribunBatam.id, ia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu ke Pemko Batam.
"Aduh, soal pencopotan itu saya tak mau komen, maaf yah.
Soal (kasus) itu juga satu pintu ke Pemko Batam," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (15/10/2021).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam Didi Kusmarjadi sebelumnya membenarkan pencopotan jabatan Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Buntung Bengkong Suryani itu.
Pencopotan ini lanjutnya bukan tanpa sebab.
Melainkan setelah melihat kinerja dan juga laporan masyarakat terkait korban tenggelam di Batam yang gagal tertolong karena tak adanya dokter di Puskesmas itu.
Menurutnya, pencopotan ini sendiri dilakukan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: SEORANG Bocah di Bengkong Tenggelam, Sempat Dibawa ke Puskesmas Tapi tak Ada Dokter Jaga
Baca juga: Tim Vaksinasi Puskesmas Belakang Padang Batam Datangi Rumah Warga Pulau Terpencil
"Ya, Kapusnya pagi ini sudah dilantik dengan yang baru, Kapus yang lama sudah non job.
Salah satunya karena itu (korban tenggelam yang tidak tertangani).
Selain itu ada juga laporan lain terkait kinerja dan ini menjadi pertimbangan walikota untuk melakukan perombakan," ungkapnya, Jumat (15/10/2021).
Didi menilai, tidak adanya dokter jaga di puskesmas adalah kesalahan fatal.
Seharusnya, di setiap puskesmas terdapat paling tidak satu dokter dan supir puskesmas yang berjaga untuk mengantisipasi kejadian darurat.
"Wajib 24 jam ada dokter yang berjaga, dan memang harus seperti itu," tegasnya.
Pihaknya menyatakan akan terus mengevaluasi kinerja unit-unit pelayanan kesehatan di Batam agar kelalaian seperti ini tidak terulang kembali.
ANAK Tenggelam Meninggal di Puskesmas
Sebelumnya diberitakan, Pantai Tanjungbuntung Baru, Bengkong, Kota Batam memakan korban. Seorang anak perempuan warga Bengkong Wahyu meninggal setelah tenggelam di pantai tersebut, Kamis (15/10/2021) sore.
Menurut kesaksian warga, korban sempat bermain air di Pantai Tanjungbuntung bersama keluarganya, sebelum ditemukan tenggelam, sekira sore menjelang malam hari.
"Nggak sempat tertolong, ketika dibawa ke puskesmas terdekat (Puskesmas Tanjungbuntung), tidak ada dokter yang bisa menangani," ungkap Ketua RW 17 Bengkong Wahyu, Ferry Saragih, ketika ditemui di rumah duka.
Baca juga: WALIKOTA Batam Mutasi Sejumlah Pejabat, Ini Daftar Nama Pejabat Baru dan Tugasnya
Baca juga: Kadinkes Batam Ungkap Nasib eks Kapus Tanjung Buntung Buntut Kesalahan Fatal
Warga menyayangkan pelayanan Puskesmas Tanjungbuntung yang buruk membuat nyawa korban, Merry Destaria Br. Nainggolan (12) tak dapat lagi tertolong.
Hingga korban dirujuk ke RS Budi Kemuliaan, dokter di rumah sakit tersebut menyatakan yang bersangkutan telah meninggal sejak satu jam yang lalu.
Ferry menjelaskan, mulanya korban digotong menuju Puskesmas Tanjungbuntung untuk memperoleh pertolongan pertama.
Sebab, ketika diselamatkan, kondisi korban tampak masih bernyawa dan sempat muntah-muntah.
Namun sesampainya di lokasi, puskesmas tersebut terlihat sepi dan hanya dijaga seorang bidan yang merangkap sebagai resepsionis.
Sang bidan mengaku kepada Ferry bahwa sedang tidak ada dokter di puskesmas tersebut, pada sore sekitar pukul 18.00 WIB.
Dokter puskesmas telah berulang kali dikontak oleh bidan, tetapi sama sekali tidak menjawab.
"Dokter tidak jaga di sana, tidak angkat-angkat telepon, kemudian kami minta tolong panggil ambulans pun sopirnya nggak ada.
Ada 1,5 jam kami di puskesmas itu, sama sekali tidak mendapat pertolongan yang layak, akhirnya saya pun membawa korban dengan mobil pribadi ke RS Budi Kemuliaan," jelas Ferry.
Baca juga: SUASANA Rumah Bocah Tenggelam di Tanjungbuntung Batam, Kapus Baru Datangi Rumah Duka
Baca juga: SEORANG Bocah di Bengkong Tenggelam, Sempat Dibawa ke Puskesmas Tapi tak Ada Dokter Jaga
Sesampainya di RSBK, dokter yang menangani korban pun menyatakan yang bersangkutan sudah kehilangan nyawanya sejak satu jam sebelum dibawa ke rumah sakit.
Hal ini sangat disayangkan oleh keluarga dan warga yang ikut terlibat dalam upaya penanganan.
Selaku Ketua RW 17, Ferry menyesalkan kualitas pelayanan Puskesmas Tanjungbuntung yang buruk.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para petugas dan karyawan puskesmas yang bersangkutan.
"Ini bukan kali pertama terbukti kualitas pelayanan puskesmas buruk. Warga kerap mengeluhkan tidak mendapat pelayanan di Puskesmas Tanjungbuntung," tambah Ferry.
Adapun korban tenggelam di Pantai Tanjunbuntung, Bengkong, merupakan seorang pelajar SMPN 07 bernama Merry Destaria Br. Nainggolan, berusia 12 tahun.
Merry dikebumikan hari ini, dan warga sekitar serta sanak keluarga tengah memadati rumah dukanya, sejak Jumat (15/10/2021) pagi ini.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Bocah Tenggelam di Bengkong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15102021pelantikan-pejabat-pemko-batam.jpg)