Minggu, 3 Mei 2026

APLIKASI

Cara Mencegah Aksi Penipuan Modus Investasi Online di Telegram

Modus penipuan investasi online bodong belakangan ini mulai marak di aplikasi perpesanan Telegram. Penipuan investasi secara online ini biasanya

Tayang:
Aplikasi Telegram Messenger 

TRIBUNBATAM.id - Modus penipuan investasi online bodong belakangan kembali marak di aplikasi Telegram

Penipuan investasi secara online ini biasanya mengundang calon investor ke grup Telegram tanpa sepengetahuan calon investor. 

Para penipu investasi online mencatut nama badan usaha resmi yang sudah terdaftar di Otoritas jasa Keuangan (OJK) untuk mengelabui calon investor. 

Selain mencatut nama, grup penipuan investasi online juga mencatut logo dari badan usaha tersebut. 

Selain nama dan logo yang meyakinkan, grup Telegram tersebut biasanya memiliki ribuan anggota disertai testimoni tentang keberhasilan berinvestasi melalui grup ini.  

Grup ini juga bisa menjanjikan keuntungan berlimpah dalam waktu singkat hingga 30 persen hanya dalam waktu 3 hari. 

Perlu diingat, masyarakat harus berhati-hati bila mendapati grup seperti itu. 

Baca juga: Waspada, Kenali 3 Ciri Investasi Bodong yang Bisa Bikin Bangkrut, Serta Tips Cara Menghindarinya

Baca juga: Cara Melaporkan Investasi Bodong, Akses https://pengaduan.bappebti.go.id

Alih-alih untung karena iming-iming hasil berinvestasi, bisa jadi kita justru terjebak dalam tipuan investasi fiktif ini. 

Dilansir dari Cekrekening, sebuah penyedia layanan pengumpulan database rekening bank diduga terindikasi tindak pidana yang menginduk pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam postingannya di sosial media Instagram memaparkan fakta-fakta tentang grup Telegram penipuan online: 

Testimoni palsu

Sebuah testimoni diberikan untuk meyakinkan calon investor.

Dalam grup Telegram tersebut biasanya akan ada banyak sekali testimoni tentang keberhasilan investasi anggota grup tersebut. 

Perhatian lebih perlu diberikan ketika Anda melihat testimoni tersebut.

Testimoni pada grup Telegram penipuan akan terlihat seperti bahasa otomatis. 

Biasanya memiliki struktur kalimat yang serupa satu sama lain, tidak ada proses tanya jawab di dalam grup, dan setiap pertanyaan yang diajukan oleh anggotanya akan diarahkan untuk chat secara personal ke admin.

Baca juga: Sosok Brigjen Helmy Santika yang Bongkar Investasi Bodong Terbesar, Pernah Jadi Kapolresta Barelang

Baca juga: Korban Sudah Diperiksa, Begini Kelanjutan Kasus Investasi Bodong di Batam

 Bukti transfer palsu

Masyarakat umumnya akan lebih percaya jika testimoni disertai bukti transfer keberhasilan investasi dilampirkan. 

Maka dari itu, grup Telegram tersebut biasanya menggunakan kesempatan ini untuk mengelabui masyarakat. 

Masyarakat harus memperhatikan secara seksama bukti transfer yang dilampirkan. 

Jika ada ketidaksesuaian format pada bukti transfer dibandingkan dengan aslinya, kemungkinan itu adalah bukti transfer palsu. 

Tidak boleh bertanya di grup

Sebuah grup lazimnya melakukan sesi tanya jawab untuk mengedukasi anggotanya, terlebih sebuah grup investasi yang memerlukan banyak pengetahuan.

Pada grup penipuan ini, pertanyaan hanya akan dilayani melalui admin secara personal.

Baca juga: Pengacara Kondang HOTMAN PARIS HUTAPEA Bicara Investasi Bodong: Saya Rugi Miliaran

Baca juga: Korban Sudah Diperiksa, Begini Kelanjutan Kasus Investasi Bodong di Batam

Apabila kita bertanya di grup, pasti akan didiamkan atau bahkan dikeluarkan dari grup tersebut.

Bot

Grup penipuan di Telegram memiliki banyak anggota, namun lebih dari 100 orang di grup tersebut merupakan robot.

Penipu menjalanankan aksinya dengan sebuah sistem yang mampu mengendalikan lebih dari 100 akun secara bersamaan.

Transfer ke rekening pribadi

Umumnya saat Anda akan melakukan sebuah investasi, badan usaha tersebut akan memberikan nomor rekening badan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga keuangan negara.

Namun, grup Telegram tersebut akan memberikan nomor rekening pribadi kepada calon investor.

Jadi pastikan nama pemilik sudah terdaftar di website OJK.

Cekrekening juga memberikan tips agar para masyarakat tidak menjadi korban penipuan online.

Baca juga: Awas! Investasi Bodong Incar Batam; Warga Kampung Durian Cari Bos ‘ Usahaku’ ke Medan

Baca juga: Satu di Antara Tersangka Investasi Bodong MeMiles Anak Johny Indo, Minta Keringanan Hadiri Pemakamam

Pertama, cek legalitas perusahaan di OJK melalui www.ojk.go.id.

Lalu pilih opsi IKNBdan pilih bagian fintech. 

Tips kedua, cek nomor rekening dari penerima di www.cekrekening.id.

Lalu pilih opsi periksa rekening untuk memeriksa apakah rekening tersebut pernah diadukan atau belum.

Tips ketiga dari cekrekening adalah mempelajari terlebih dahulu modus-modus penipuan investasi secara lengkap di www.cekfintech.id

Yang terakhir adalah melaporkan grup atau channel Telegram tersebut ke pengelola melalui fitur report group pada bagian informasi grup. 

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id / Widi Wahyuning Tyas)

Simak berita terupdate lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved