WAWANCARA EKSKLUSIF
Quo Vadis Olahraga Kepri Pasca PON Papua
Penasihat KONI Provinsi Kepri, HM Nur Syafriadi membahas program Tribun Batam Podcast (TRIPOD), Sabtu (16/10/2021).
Penulis: Febriyuanda |
NS: Salah satu strateginya adalah, memasukkan anggota-anggota DPRD itu menjadi pengurus KONI, dengan harapan saat dia rapat anggaran dengan pemerintah daerah bisa memperjuangkan anggaran untuk KONI.
Tapi kenyataannya, ada 7 pengurus KONI di provinsi itu yang menjadi anggota DPRD tetapi anggaran tidak bergerak juga, tetap saja 3,5 miliar. Karena Pemerintah Daerah punya skala prioritas, mungkin olahraga tidak masuk dalam prioritas pemerintah daerah.
TB: Apa potensi cabang olahraga yang ada, sehingga bisa diusahakan untuk ke depan di PON 2004 nanti bisa menyumbangkan emas?
NS: Jadi cabang prioritas utama sudah ada, yaitu tinju dan juga layar. Kemudian cabang yang memungkinkan mendukung mendapatkan medali yang akan datang yaitu cabang olahraga billiard. Jadi cabang yang memperoleh perunggu itu perlu diperhatikan untuk empat tahun ke depan.
Jadi ada layar, billiard, tarung derajat, tinju, kemudian ada juga cabang sepak takraw. Kemudian ada juga yang dimungkinkan yaitu cabang olahraga renang.
Harusnya di wilayah Kepri ini, kita harus melahirkan perenang-perenang yang handal untuk menjagoi di olahraga PON. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17102021tripod-nur-syafriadi.jpg)