Breaking News:

BATAM TERKINI

BPH Migas Sebut Stok BBM Kepri Aman hingga Akhir Tahun: Jangan Panic Buying

BPH Migas pastikan stok BBM di Kepri aman hingga akhir 2021. Karena itu Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas minta warga tak khawatir isu BBM langka

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ichwan nur fadillah
Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas (tengah) bersama Anggota Komisi VII DPR RI, Asman Abnur (baju putih) saat diwawancarai ihwal stok BBM di Kepri, Sabtu (23/10/2021) di Kampus ITEBA di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepri aman hingga akhir tahun 2021.

Karena itu, Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas meminta agar masyarakat tak perlu khawatir ihwal isu kelangkaan BBM belakangan ini.

Hal ini disampaikannya, seusai agenda Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi Migas di Kampus Institut Teknologi Batam (ITEBA) di Tiban, Kota Batam, Sabtu (23/10/2021).

"Tidak perlu khawatir [perihal stok BBM]. Semuanya sudah terkendali dengan baik dan akan dikirim ke seluruh penyalur," tegas Wahyudi Anas, saat diwawancarai Tribun Batam.

Selain itu, Anas juga mengungkapkan bahwa penyaluran BBM di Kepri sudah dilakukan secara maksimal. Termasuk BBM bersubsidi, dalam hal ini jenis premium, solar, dan minyak tanah.

"Untuk BBM bersubsidi sudah disalurkan dan capaiannya kurang lebih 80 persen. Sisa 20 persen lagi untuk triwulan 4," ungkapnya.

Pihaknya pun sudah melakukan cek fisik di lapangan, ke tangki timbun di Kabil. Hasilnya, stok BBM tercukupi dan ketersediaannya bisa di atas dari 10 hari.

Baca juga: Modifikasi Tangki BBM, 2 Mobil Pelangsir Masih Ditahan PPNS Batam

Baca juga: Wawako Batam Dorong Kartu Kendali BBM Digunakan Lagi, Tangani Pelangsir Minyak

Kalaupun menipis, BBM akan kembali didatangkan dengan proses yang tak lama yaitu 1,5 sampai 2 jam saja.

"Artinya, jangan sampai terjadi panic buying. Kami sudah memberikan mekanisme untuk kuota per kabupaten/kota. Apabila terjadi kekurangan di jalur A akan pindah ke B, semuanya bisa diakomodir," tambahnya.

Menurut Anas, cara ini merupakan relaksasi dari BPH Migas untuk menghindari antrean atau kelangkaan di satu daerah.

"Mari kita lakukan pengawasan bersama agar distribusi BBM tepat sasaran," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved