Minggu, 12 April 2026

BATAM TERKINI

BPH Migas Sebut Stok BBM Kepri Aman hingga Akhir Tahun: Jangan Panic Buying

BPH Migas pastikan stok BBM di Kepri aman hingga akhir 2021. Karena itu Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas minta warga tak khawatir isu BBM langka

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ichwan nur fadillah
Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas (tengah) bersama Anggota Komisi VII DPR RI, Asman Abnur (baju putih) saat diwawancarai ihwal stok BBM di Kepri, Sabtu (23/10/2021) di Kampus ITEBA di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepri aman hingga akhir tahun 2021.

Karena itu, Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas meminta agar masyarakat tak perlu khawatir ihwal isu kelangkaan BBM belakangan ini.

Hal ini disampaikannya, seusai agenda Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi Migas di Kampus Institut Teknologi Batam (ITEBA) di Tiban, Kota Batam, Sabtu (23/10/2021).

"Tidak perlu khawatir [perihal stok BBM]. Semuanya sudah terkendali dengan baik dan akan dikirim ke seluruh penyalur," tegas Wahyudi Anas, saat diwawancarai Tribun Batam.

Selain itu, Anas juga mengungkapkan bahwa penyaluran BBM di Kepri sudah dilakukan secara maksimal. Termasuk BBM bersubsidi, dalam hal ini jenis premium, solar, dan minyak tanah.

"Untuk BBM bersubsidi sudah disalurkan dan capaiannya kurang lebih 80 persen. Sisa 20 persen lagi untuk triwulan 4," ungkapnya.

Pihaknya pun sudah melakukan cek fisik di lapangan, ke tangki timbun di Kabil. Hasilnya, stok BBM tercukupi dan ketersediaannya bisa di atas dari 10 hari.

Baca juga: Modifikasi Tangki BBM, 2 Mobil Pelangsir Masih Ditahan PPNS Batam

Baca juga: Wawako Batam Dorong Kartu Kendali BBM Digunakan Lagi, Tangani Pelangsir Minyak

Kalaupun menipis, BBM akan kembali didatangkan dengan proses yang tak lama yaitu 1,5 sampai 2 jam saja.

"Artinya, jangan sampai terjadi panic buying. Kami sudah memberikan mekanisme untuk kuota per kabupaten/kota. Apabila terjadi kekurangan di jalur A akan pindah ke B, semuanya bisa diakomodir," tambahnya.

Menurut Anas, cara ini merupakan relaksasi dari BPH Migas untuk menghindari antrean atau kelangkaan di satu daerah.

"Mari kita lakukan pengawasan bersama agar distribusi BBM tepat sasaran," katanya.

Sementara itu, agenda Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi di Kampus ITEBA juga dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Asman Abnur, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Alex Guspaneldi.

Antisipasi Kelangkaan BBM

Beberapa waktu lalu, isu ihwal kelangkaan BBM bersubsidi di Batam sempat membuat heboh warga.

Sebagian orang mempercayai jika kelangkaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Beberapa di antaranya karena masih banyaknya pelangsir BBM bersubsidi serta oknum 'nakal' lainnya.

Merespons ini, Anggota Komite BPH Migas, Eman Salman meminta agar pengaturan dan pengawasan terhadap pendistribusian BBM diperketat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved