Dinas PUPR Lingga Angkat Suara Soal Proyek Jalan Rp 3,8 M Terdampak Longsor
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lingag Jeki sebut, jalan yang longsor itu bukan item utama pada pengerjaan jalan yang dianggarkan senilai Rp 3,8 Miliar
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Atas temuan itu, Neko sudah meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang memberikan penjelasan.
Baca juga: SPAM Kini Hadir di Selayar Lingga, Bupati Nizar: Ini Sangat Membantu Warga Kami
Baca juga: DERETAN Manfaat Proyek Autogate di Pelabuhan Batuampar Batam, Tanpa Tatap Muka Petugas BC
Penjelasan itu terkait kesesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau tidak.
Ia juga menanyakan waktu kerja kontraktor atas nama PT Mega Cipta Abadi, terkait masa kerjanya yang selesai atau belum.
Dirinya juga mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada DPRD, dan melakukan berikutnya bersama anggota DPRD Lingga dari Komisi II.
"Itu hasil sidak saya pertama, dan kedua bersama anggota DPRD dari Komisi II," kata dia menjelaskan.
Dari hasil turun lapangan tersebut, dirinya membuat laporan sacara tertulis dengan penyertaan beberapa bukti pendukung.
Kemudian disampaikan langsung kepada Bupati Lingga, Muhammad Nizar untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
"Tujuan kami bukanlah untuk mencari kesalahan dari proyek yang dikerjakan tersebut.
Tapi hasil dan mutu kualitas suatu proyek infrastruktur di Kabupaten Lingga.
Kami berharap selama kami menjabat dapat terjamin kualitasnya dan memberikan manfaat bagi banyak orang," kata Neko.
Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengapresiasi atas kesigapan wakilnya itu terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.
Baca juga: Capaian Proyek Fisik di Anambas 2021 Masih Rendah, Terkenda Anggaran
Baca juga: PKK Lingga Coba Kreatif saat Pandemi Covid-19, Bisa Jadi Cuan
Bahkan memantau langsung kinerja dilapangan terhadap tugas-tugas OPD teknis.
"Saya sangat mengapresiasi hasil ini. Dan akan segera tindaklanjuti sesuai kewenangan," jelas Nizar.
Dia juga berterima kasih atas upaya yang dilakukan wakilnya, yang dikenal energik bahkan punya etos kerja yang tinggi demi kepentingan masyarakat.
Dengan kerjasama yang baik ini pula, Nizar mengaku pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
"Semoga di kepemimpinan kami, ada perubahan-perubahan yang terbaik, terutama untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Neko sebelumnya mengaku kecolongan dengan kondisi administrasi proyek ini.
Hal ini yang diakuinya menjadi pukulan telak bagi Pemkab Lingga.
"Kami akui kecolongan dengan adanya kejadian ini.
Ini akan menjadi pelajaran bagi kami kedepannya," tuturnya.
Ia menambahkan, kesepakatan bersama dengan DPRD Lingga untuk menghentikan proyek tersebut adalah jalan terbaik untuk memaksimalkan lagi kegiatan-kegiatan proyek di Kabupaten Lingga.
Baca juga: STRATEGI Walikota Batam Untuk Kurangi Pengangguran di Batam, Bikin Proyek Padat Karya
Baca juga: Gubernur Kepri Rapat dengan Bappenas, Berharap Proyek Infrastruktur Disetujui Pusat
Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Dimana anggaran harus benar-benar dimaksimalkan.
Untuk itu dirinya sangat berharap partisipasi masyarakat, untuk bersama-sama Pemerintah Daerah, Pemkab Lingga dan DPRD Lingga untuk dapat mengawasi proyek-proyek yang ada melalui dana APBD.
"Jadi peran serta masyarakat, sangat kami harapkan," ujarnya.
Neko mengatakan akan terus berkolaborasi dengan DPRD Lingga, agar pembangunan di Kabupaten Lingga dapat berjalan maksimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
"Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, kami membutuhkan anggaran yang besar untuk pemulihan," katanya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2510jalan-longsor-di-lingga.jpg)