Rabu, 29 April 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Atur Karantina Mandiri Mulai Hari Ini, Reaksi Ekspatriat Indonesia?

Kebijakan Singapura yang melonggarkan aturan karantina selama covid-19 ini, disambut beragam ekspatriat asal Indonesia dan Malaysia.

Tayang:
TRIBUNNEWS
Singapura memberi kelonggaran kepada warga Indonesia dan sejumlah negara lainnya yang masuk ke negaranya selama pandemi covid-19. Foto salah satu lokasi di Singapura. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Ekspatriat asal Indonesia dan Malaysia masih bingung terkait kebijakan yang dikeluarkan Singapura.

Mulai hari ini, Selasa (26/10), Singapura mengizinkan pelaksanaan karantina mandiri.

Selain Indonesia dan Malaysia, terdapat sejumlah negara lain seperti Kamboja, Mesir, Hongaria, Israel, Mongolia, Qatar, Rwanda, Samoa, Seychelles, Afrika Selatan, Tonga, Uni Emirat Arab (UEA) dan Vietnam yang mendapat perlakuan ini.

Sejumlah negara yang mendapat pelonggaran kategori III menurut standar Singapura yang diumumkan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) tersebut berhasil mengendalikan covid-19.

Pengunjung dari negara tersebut bisa karantina mandiri di rumah selama 10 hari.

Artinya tidak perlu lagi karantina di fasilitas karantina khusus seperti sebelumnya.

Hal ini tentu saja mengurangi biaya karantina.

Baca juga: Sunseap Grup Singapura Bangun Listrik Tenaga Surya di Batam, Dihubungkan Kabel Bawah Laut

Baca juga: WARGA Indonesia Sudah Bisa Masuk Singapura, Ini Syaratnya!

Mereka akan dipantau secara elektronik.

Mereka yang kedapatan melanggar, akan diambil tindakan tegas.

Selain ada yang gembira dengan kebijakan Singapura itu karena bisa pulang bertemu keluarga dan kerabat,

ada juga yang masih gamang untuk pulang.

Selain karena masih terlalu lamanya waktu karantina –10 hari–, juga karena peraturan bisa berubah setiap saat.

"Semua gembira," kata Michelle Ng, anggota pendiri grup Telegram "Malaysians Working in Singapore" kepada Channel News Asia, Senin (25/10).

Pikiran pertama Ng adalah, mereka mungkin dapat bersatu kembali dengan keluarganya, setelah tidak bertemu selama lebih dari setahun.

Pria 38 tahun yang berasal dari Kuala Lumpur ini biasanya pulang mengunjungi keluarganya empat hingga lima kali setahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved