Beda Tes PCR dan Rapid Antigen, Terkenal Sejak Covid-19, Siapa Paling Tangguh Deteksi Corona?
Polymerase Chain Rection atau disingkat dengan istilah PCR kini menjadi hal wajib bagi pelaku perjalanan udara menggunakan pesawat terbang. Apa itu?
TRIBUNBATAM.id - Polymerase Chain Rection atau akrab disingkat dengan istilah PCR, kini menjadi hal wajib bagi pelaku perjalanan udara menggunakan pesawat terbang.
Ketika awal-awal Covid-19 merusak tatanan dunia, tes PCR dianggap "ekslusif" karena dianggap paling ampuh dan termahal dari tes-tes lain untuk mendeteksi Covid-19 di tubuh seseorang.
Pada mulanya, deteksi virus corona pada tubuh manusia hanya dilakukan dengan cara rapid test, dan dijadikan syarat untuk calon penumpang pesawat terbang.
Kemudian tes itu dianggap kurang efektif mendeteksi corona, hingga keluar aturan calon penumpang atau pelaku perjalanan wajib melakukan rapid tes antigen.
Menyusul dengan mulai dilonggarkannya aturan perjalanan udara, diikuti dengan diperketatnya pendeteksian, di mana calon penumpang wajib melakukan tes PCR.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyatakan, tes PCR dianggap punya tingkat akurasi tinggi, hingga menjadikannya standar tes terbaik yang direkomendasikan ketimbang rapid tes antigen.
Keluarnya aturan-aturan pendukung bagi calon pelaku perjalanan tersebut, tentu tak sembarangan dilakukan pemerintah.
Baca juga: UPDATE Aturan Naik Pesawat Masa PPKM Per 27 Oktober 2021, Semua Rute Wajib PCR
Baca juga: INFORMASI Terbaru Syarat Naik Lion Air di Perpanjangan PPKM hingga 1 November 2021
Lalu apa sebenarnya rapid tes antigen dan PCR? Bagaimana keduanya mendeteksi Covid-19 di tubuh manusia? Benarkah PCR lebih efektif mendeteksi Covid-19 ketimbang rapid tes antigen? Simak ulasannya.
Swab Antigen
Nama lain dari tes ini adalah tes diagnostik.
Cara kerja tes diagnostik dapat mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Antigen adalah zat yang yang dapat merangsang imun.
Zat ini bisa berupa protein, polisakarida, dll.
Saat terinfeksi virus, tubuh secara alami akan merespons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu.
Virus penyebab Covid-19 memiliki beberapa antigen yang sudah dikenali, seperti nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pcr.jpg)