Beda Tes PCR dan Rapid Antigen, Terkenal Sejak Covid-19, Siapa Paling Tangguh Deteksi Corona?
Polymerase Chain Rection atau disingkat dengan istilah PCR kini menjadi hal wajib bagi pelaku perjalanan udara menggunakan pesawat terbang. Apa itu?
Tes swab antigen dapat melihat keberadaan antigen di dalam tubuh, sehingga bisa diketahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus corona atau tidak.
Baca juga: ATURAN Terkait Syarat Penerbangan Berubah Lagi, Batam ke Padang dan Pekanbaru Cukup Tes Antigen
Baca juga: Malioboro Jogja Tourists Can Get Vaccines and Antigen Tests on Weekends
Tes usap atau swab antigen dilakukan dengan pengambilan sampel cairan pernapasan (lendir) dari hidung atau bagian tenggorokan di belakang hidung, dengan alat cotton bud panjang.
Sampel tersebut lalu ditempatkan di larutan khusus, untuk melihat ada tidaknya antigen virus corona.
Pemeriksaan kesehatan ini hasilnya bisa diketahui dalam waktu relatif cepat, mulai dari 15 menit sampai 30 menit.
Tes swab antigen memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tapi terkadang masih ada hasil tes negatif palsu jika kadar virus corona dalam tubuh rendah.
Untuk itu, tes swab antigen lebih akurat dilakukan di awal gejala Covid-19 muncul, atau saat jumlah virus di dalam tubuh cukup tinggi.
Apabila hasil tes swab antigen meragukan, misalkan hasilnya negatif tapi ada gejala Covid-19, diperlukan tes PCR untuk memastikan ketepatan diagnosis.
Baca juga: SYARAT Penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang, Penumpang: Lebih Suka Test Antigen Karena Murah
Baca juga: APAKAH Naik Pesawat ke Batam Wajib PCR Atau Cukup Antigen? Ini Jawaban GM Bandara Hang Nadim
Swab Polymerase Chain Reaction/PCR
Nama lainnya adalah tes diagnostik, tes virus, tes molekuler, tes amplifikasi asam nukleat atau Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) dan RT-PCR.
Cara kerjanya mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Tes ini dapat mendeteksi fragmen virus bahkan saat seseorang sudah tidak terinfeksi.
Teknologi PCR mampu melihat materi genetik virus dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan.
Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki materi genetik yang memiliki rantai tunggal asam ribonukleat (RNA).
Pemeriksaan virus jenis ini dilakukan dengan mengubah RNA menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) yang memiliki rantai ganda.
Setelah diubah menjadi DNA, materi genetik tersebut diperbanyak lewat alat PCR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pcr.jpg)