Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Kanwil Bea Cukai Kepri Musnahkan Barang Ilegal Total Rp 362 Juta

Pemusnahan sejumlah barang ilegal yang dimusnahkan Kanwil DJBC Khusus Kepri merupakan hasil penindakan sejak 2019 hingga 2020.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri saat memusnahkan sejumlah barang ilegal senilai Rp 362 juta, Kamis (28/10/2021). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau memusnahkan sejumlah barang ilegal.

Pemusnahan sejumlah barang ilegal ini merupakan hasil penindakan patroli di sekitar wilayah Karimun sejak 2019 hingga 2020.

Totalnya bahkan mencapai Rp 362 juta.

Selain minuman keras (miras), sejumlah barang ilegal lainnya yang dimusnahkan di antaranya ban bekas, sepatu, aneka obat-obatan hingga kayu teki.

Kepala Bagian Umum DJBC Kepri, Muhammad Suhada, menjelaskan penindakan ini menunjukan jika aktivitas dan upaya penyelundupan sejumlah barang secara ilegal masih secara masif terjadi wilayah perairan Karimun.

Baca juga: Kepala Stasiun KIPM dan Bea Cukai Batam Lepas Ekspor Rumput Laut 2.471 Ton ke Tiongkok

Baca juga: Bea Cukai Batam Lelang Mobil Mewah, Kumpulkan PNBP Rp 5,8 Miliar

Dengan begitu, pihaknya melakukan patroli gabungan demi mencegah terjadinya barang ilegal tanpan dokumen resmi.

"Makanya selain patroli mandiri kami juga melalukan patroli gabungan bersama kantor pusat yakni patroli Sriwijaya.

Patroli ini bergerak dari ujung Aceh hingga Natuna," jelasnya.

Berdasarkan wilayah, pihaknya juga telah memiliki pemetaan wilayah di perairan Karimun yang memiliki potensi dijadikan sebagai jalur yang digunakan untuk melakukan aktivitas penyelundupan.

"Dengan itu, kita bisa memungkinkan untuk memitigasi terkait daerah penyelundupan yang dilakukan oleh mereka-mereka yang akan masuk ke Karimun," sebutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved