Rabu, 22 April 2026

BERITA SINGAPURA

Kebijakan Singapura Cegah Penyebaran Covid-19 Berlaku Mulai Hari Ini

Singapura membuat kebijakan baru untuk menekan munculnya kasus baru covid-19 yang berlaku mulai hari ini, Senin (1/11/2021).

SINGAPORE
Singapura membuat kebijakan dengan harapan menekan laju penyebaran covid-19 yang berlaku mulai hari ini, Senin (1/11/2021). Foto warga Singapura saat berswafoto. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Singapura masih terus berjuang untuk melawan covid-19.

Sejumlah kebijakan pun dibuat dengan harapan mengurangi kasus aktif di Negeri Singa itu.

Meski beberapa kelonggaran sebelumnya dibuat tetangga Kepri itu.

Salah satunya membolehkan sejulah warga negara, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) menjalani karantina mandiri di rumah.

Berdasarkan data dari Worldometer seperti dikutip Kompas.com, Minggu (31/10/2021), jumlah kasus Covid-19 di Negeri Singa hingga kini tercatat sebanyak 195.211 kasus infeksi.

Dari total kasus yang ada, 394 di antaranya berujung kematian.

Kondisi terkini, masih ada 31.966 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona dan masih dalam proses pemulihan.

Baca juga: Corona Varian A.Y.4.2 Masuk Singapura, Satgas Covid-19 Kepri: Doa Bersama Jangan Sampai Ada

Baca juga: Singapura Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Varian AY.4.2, Turunan Delta Serang Inggris

Dari jumlah itu, 60 kasus diketahui kritis atau dalam kondisi serius.

Otoritas Singapura juga melaporkan adanya kasus covid-19 baru varian AY.4.2.

Mulai hari ini, seluruh pengemudi taksi yang ada di Singapura wajib menjalani tes covid-19 setiap pekannya.

Melansir The Straits Times, Kamis (28/10/2021), kebijakan yang sama juga akan diberlakukan kepada seluruh sopir yang disewa secara pribadi.

Berdasarkan data bulan Agustus 2021, ada 96.690 pengemudi taksi dan 49.375 sopir sewaan pribadi yang akan dikenai kebijakan tes rutin Covid-19.

Mereka dipersilakan untuk melakukan tes secara mandiri menggunakan antigen rapid test kits, demi kenyamanan dan kepraktisan.

Tes secara mandiri diizinkan karena dalam pekerjaannya mereka mengunjungi berbagai lokasi berbeda dan selepas itu tidak selalu kembali ke kantor operator.

Baca juga: Sunseap Grup Singapura Bangun Listrik Tenaga Surya di Batam, Dihubungkan Kabel Bawah Laut

Baca juga: Kabel Bawah Laut Singapura - Australia Bakal Melintasi Kepri, Bupati Tunggu Amdal

Tes yang dipusatkan di kantor operator mereka dimungkinkan tidak akan optimal.

Pengemudi taksi dan pribadi ini masuk menjadi daftar pekerja garda terdepan di Singapura yang wajib mendapatkan tes rutin Covid-19 setiap minggunya.

Sebelumnya, kebijakan ini sudah diterapkan kepada pekerja mal, ritel, supermarket, dan pekerja di bidang pengiriman.

Otoritas Transportasi Darat (LTA) Singapura menyebut kebijakan ini baru diterapkan pada pengemudi taksi dan sopir pribadi saat ini, karena ada alasan tertentu.

Mereka memerlukan waktu untuk menjangkau para pekerja yang dimaksud dan mengkoordinasikan bagaimana rancangan tes yang akan dilakukan.

Terlebih, para pengemudi itu merupakan pekerja swasta dengan jam kerja yang berbeda-beda.

Pengetesan para pekerja garda terdepan ini menjadi salah satu usaha Singapura untuk mengamankan masyarakat mereka dari paparan virus corona yang mungkin saja didapatkan dari para pekerja publik tersebut.

KASUS Pertama Covid-19 AY.4.2

Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan kasus pertama Covid-19 varian AY.4.2, Kamis (28/10/2021) malam.

Kasus pertama Covid-19 Varian AY.4.2 merupakan kasus impor pada Selasa (26/10/2021).

Seperti diketahui, Covid-19 Varian AY.4.2 merupakan turunan varian Delta.

Varian baru Covid-19 kini sedang meledak di Inggris.

Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada bukti penyebaran ke masyarakat dari kasus tersebut.

"Sementara efeknya masih dipelajari, AY.4.2 saat ini diperkirakan serupa dengan subvarian Delta lainnya dalam hal penularan dan tingkat keparahan penyakit," tambahnya seperti dilansir straitstimes.

Baca juga: Singapura Masih Berjuang Lawan Covid-19, Tenaga Kesehatan Mulai Frustasi

Baca juga: Aksi Tak Pantas Ayah di Singapura, Khawatir Celaka Putri Sendiri Jadi Korban

Subvarian diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian yang menarik, tetapi bukan varian yang menjadi perhatian.

BBC melaporkan bahwa menurut para ahli, tes terhadap Varian AY.4.2 sedang berlangsung.

Namun laporan sementara tidak ada indikasi bahwa Varian AY.4.2 lebih menular atau lebih berbahaya daripada Delta.

Lebih dari 6 persen dari semua kasus Varian AY.4.2 sejauh ini telah dilaporkan di Inggris.

Data dari database pelaporan virus GISAID juga menunjukkan bahwa kasus subvarian telah dilaporkan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sebagian Eropa Barat.

Newsweek melaporkan bahwa Australia dan Jepang masing-masing hanya melihat satu kasus pada 19 Oktober. (TribunBatam.id) (Kompas.com/Luthfia Ayu Azanella)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Singapura

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved