Breaking News:

Insiden Laut China Selatan, Kapal Selam AS Tenaga Nuklir Tabrak Gunung Bawah Laut

Kapal selam Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan menabrak gunung bawah laut China Selatan terjadi pada awal Oktober 2021.

Kompas.com
Ilustrasi kapal selam, USS Connecticut kapal selam bertenaga nuklir dilaporkan mengalami insiden saat berada di Laut China Selatan awal Oktober 2021. 

TRIBUNBATAM.id - Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Connecticut dilaporkan menabrak gunung bawah laut yang belum dipetakan saat berada di Laut Cina Selatan/ Laut Natuna Utara.

Insiden yang terjadi pada 2 Oktober itu memaksa kapal selam bertenaga nuklir itu bertolak menuju Guam, pulau di bagian barat Samudera Pasifik untuk menjalani perbaikan.

Kapal selam kelas Seawolf mengalami beberapa kerusakan.

Sejumlah anggota dikabarkan mengalami cedera.

Namun Angkatan Laut AS mengatakan pembangkit tenaga nuklir tidak rusak dalam insiden itu.

Tak satu pun dari cedera yang mengancam jiwa. Investigasi komando untuk USS Connecticut diserahkan kepada Wakil Laksamana Karl Thomas, komandan Armada ke-7 sebagai peninjau, menurut pernyataan itu.

Baca juga: Prabowo Subianto Datangkan Kapal Perang Fregat Buatan Italia, Dilengkapi Senjata Anti Kapal Selam

Baca juga: 3 Alasan Kenapa China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Laut China Selatan meski Ditentang Banyak Negara

Thomas akan memutuskan apakah tindakan lanjutan, termasuk akuntabilitas, sudah tepat.

"Penyelidikan meyakini USS Connecticut mendarat di gunung bawah laut yang belum dipetakan saat beroperasi di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik," kata juru bicara Armada ke-7 AS yang beroperasi di Pasifik Barat dan samudra Hindia, kepada CNN dalam sebuah pernyataan yang dilansir Kompas.com pada Selasa (2/11/2021).

USNI News adalah yang pertama melaporkan temuan investigasi atas insiden awal Oktober di Laut China Selatan.

Tabrakan itu terjadi pada waktu yang sangat sensitif dalam hubungan AS-China, karena militer China mengirimkan gelombang pesawat ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan.

Pada hari kecelakaan, China menerbangkan 39 pesawat ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara.

Dua hari kemudian, China menerbangkan rekor 56 pesawat ke zona itu dalam periode 24 jam.

Meskipun jumlah serangan surut untuk waktu yang singkat, operasinya telah dimulai lagi.

Pada Minggu (31/10/2021), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan delapan pesawat Tentara Pembebasan Rakyat memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara, dengan enam lainnya terbang pada Senin (1/11/2021).

Baca juga: Daftar Harga 6 Kelas Kapal Selam, Termurah Rp 4,7 Triliun, Vanguard Dibanderol Rp 75 Triliun

Baca juga: BERANI, Militer Xi Jinping Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved