Sabtu, 25 April 2026

CORONA KEPRI

JUMLAH Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Tinggal 21 Orang, Batam hanya 3 Orang

Dari data perkembangan Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri) pada 02 Oktober 2021, saat ini hanya tinggal 21 orang kasus aktif atau 0,04 persen.

Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.id/son
Dari data perkembangan Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri) pada 02 Oktober 2021, saat ini hanya tinggal 21 orang kasus aktif atau 0,04 persen. Ilustrasi. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dari data perkembangan Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri) pada 02 Oktober 2021, saat ini hanya tinggal 21 orang kasus aktif atau 0,04 persen.

Dari 21 orang kasus aktif tersebut, terdapat di Tanjungpinang dan Karimun ada 8 orang, Batam 3 orang, dan Bintan ada 2 orang.

Ketua harian Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Kepri, Lamidi mengatakan, untuk tambahan kasus konfirmasi pada 02 Oktober kemarin hanya satu orang di Kota Batam.

"jumlah konfirmasi se Kepri ada sebanyak 53.848 orang. Untuk pasien sembuh ada juga tambahan 3 orang. Ada 2 orang di Karimun, dan 1 orang di Batam," ujarnya.

Sementara Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kepri 1.57 persen, dengan positivity rate Kepri 0,08 persen.

"Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatansehari hari, baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat," himbau Pj. Sekda Kepri.

Saat ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menginginkan adanya keseriusan dari seluruh kabupaten dan kota untuk mengejar capaian vaksinasi lansia.

Untuk mempertegas maksud tersebut, Gubernur kembali mengadakan rapat bersama Bupati dan Walikota dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/1/2021) lalu.

"Sekarang yang masih menjadi penghalang kita untuk turun ke level yang lebih rendah hanya tinggal vaksinasi lansia jadi kita memang harus terus mendorong itu," ujar Gubernur.

Baca juga: 52.370 Warga Tanjung Pinang Belum Terima Suntik Vaksin Corona Dosis Dua

Baca juga: 6.000 Lansia di Batam Belum Divaksin, Dinkes Bakal Turun ke Perumahan Upgrade Data

Untuk diketahui, bahwa saat ini Provinsi Kepri masih berada di asesmen Covid-19 level II dikarenakan capaian vaksinasi lansianya yang masih berada di kisaran 53,65 persen. Agar dapat turun ke level I, pemerintah pusat memberikan syarat vaksinasi lansia yang harus dicapai minimal 60 persen.

Untuk kabupaten dan kota hanya Kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang berhasil melampaui capaian vaksinasi lansia lebih dari 60 persen sehingga kedua kota tersebut dapat turun ke level I. Sementara Kabupaten lainnya masih berada di level II dan III.

Gubernur mengingatkan kepala daerah bahwa pengumuman asesmen levelisasi selanjutnya adalah 7 November. Artinya sampai tanggal 5 November, beberapa kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi lansia harus semaksimal mungkin menggenjot vaksinasi lansia.

"Waktunya memang pendek, tapi harus kita kejar terus untuk vaksinasi lansia. Jika asesmen tanggal 7 nanti belum tercapai, paling tidak asesmen selanjutnya seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus sudah di level I," terang Gubernur.

Lalu sebagai daya tarik untuk mengajak lansia mau divaksinasi harus dilakukan dengan menyertakan berbagai bantuan. Pemerintah kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengajak pengusaha membantu bantuan sembako untuk stimulus vaksinasi lansia.

"Karena kemarin kan pengusaha sudah kita bantu di vaksin gotong royong yang harusnya pakai dana mereka akhirnya kita izinkan vaksin gratis dari pemerintah. Jadi sekarang giliran pengusaha yang membantu kita membantu menyediakan sembako untuk lansia," ujar Gubernur.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved