Obat Covid Molnupiravir Dipakai Inggris untuk Pasien Corona, Benarkah Ampuh?

Temuan tentang manfaat obat antivirus molnupiravir mencegah sakit parah pada pasien Covid-19 yang baru didiagnosis telah terungkap sejak awal Oktober

Handout / Merck & Co,Inc. / AFP | Kena Betancur / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP via Tribunnews
Foto obat molnupiravir dan papan nama gedung perusahaan Merck 

TRIBUNBATAM.id - Temuan tentang manfaat obat antivirus molnupiravir mencegah sakit parah pada pasien Covid-19 yang baru didiagnosis telah terungkap sejak awal Oktober 2021.

Pil Merck molnupiravir diyakini bisa mengurangi kemampuan virus bereplikasi, sehingga memperlambat penyakit.

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mulai menggunakan pil Covid Merck molnupiravir secara luas, direkomendasikan pada pasien Covid-19 untuk meringankan gejala infeksi disebabkan virus corona SARS-CoV-2.

Oktober lalu, Indonesia pun melirik manfaat obat antivirus tersebut untuk digunakan sebagai salah satu obat bagi pasien Covid-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk me-review obat-obatan baru yang potensial bagi perawatan Covid-19.

"Tapi juga bisa obat-obatan anti virus baru seperti yang sekarang lagi ramai didiskusikan Molnupiravir dariMerck, Sharp & Dohme (MSD). Jadi obatan-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya," ungkap Budi dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Baca juga: 6 Fakta Obat Covid-19 Pil Merck Molnupiravir, Dipesan Hingga Jutaan Dosis

Baca juga: Perintah Langsung Jokowi ke Penglima TNI, Angkat Obat Covid-19 Pakai Pesawat Hercules

Secara resmi penggunaan pil Covid buatan Merck ini telah disetujui pada Kamis (4/11/2021).

Dikutip dari Stat News, pemberian obat molnupiravir selama lima hari di awal infeksi, dapat mengurangi waktu perawatan di rumah sakit dan risiko kematian akibat Covid-19, dibandingkan dengan menggunakan obat plasebo.

Dalam pengujian terhadap pil Covid molnupiravir buatan Merck, Sharp & Dohme (MSD) ini, tim membagi peserta menjadi dua kelompok, yakni kelompok plasebo dan kelompok yang diberi obat antivirus molnupiravir.

"Hari ini (Kamis) adalah hari bersejarah bagi negara kita, karena Inggris sekarang menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui antivirus yang dapat dibawa pulang untuk Covid-19," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid, dikutip dari AFP.

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 2 tahun, para ilmuwan sejauh ini masih terus berupaya mencari obat yang tepat untuk perawatan bagi penyakit ini, di samping penemuan vaksin Covid-19 yang terus berjalan.

Obat Covid-19 pertama bisa diminum

Kepala eksekutif MHRA June Raine mengatakan bahwa pil Covid molnupiravir sebagai tambahan senjata untuk melawan Covid-19.

"Ini juga merupakan (obat) antivirus pertama yang disetujui di dunia untuk penyakit ini yang dapat diminum alih-alih diberikan secara intravena," tambahnya dilansir dari Kompas.

"Ini penting karena (obat) itu berarti dapat diberikan di luar rumah sakit."

Baca juga: Ilmuan China Kembangkan Obat Corona, Klaim Lebih Efisien dan Sudah Miliki 5 Calon Vaksin Covid-19

Baca juga: CATAT! Ini Daftar Obat Corona yang Dianggap Ampuh Menyembuhkan Pasien Covid-19

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved