Obat Covid Molnupiravir Dipakai Inggris untuk Pasien Corona, Benarkah Ampuh?
Temuan tentang manfaat obat antivirus molnupiravir mencegah sakit parah pada pasien Covid-19 yang baru didiagnosis telah terungkap sejak awal Oktober
Permintaan dana itu didasarkan pada perkiraan rinci harga obat, perawatan dan tes, yang memperhitungkan pengeluaran terbesar selain ongkos distribusi vaksin.
Memang, dokumen ACT-A tidak secara eksplisit menyebut akan membeli molnupiravir.
Namun dokumen itu memaparkan akan membayar 10 dolar AS (Rp 141.000) per paket obat pil antivirus terbaru untuk pasien ringan atau sedang.
Hingga saat ini, obat pil untuk mengobati pasien Covid-19 ringan masih dalam pengembangan.
Baca juga: BIN Ikut Serahkan Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat Covid-19, Ahli Biologi Molekuler Minta Tak Euforia
Baca juga: Dexamethasone Diklaim Jadi Obat Covid-19, BPOM Kepri Ungkap Sebaliknya, Ini Efek Sampingnya
Namun, molnupiravir sejauh ini menjadi satu-satunya obat oral yang sudah memaparkan hasil positif dalam uji coba tahap akhir.
ACT-A sedang berunding dengan Merck & Co dan produsen obat generik untuk membeli obat-obatan tersebut.
Jika dibandingkan harga yang disepakati AS, 700 dollar AS (Rp 9.851.800) per paket untuk membeli 1,7 juta paket pengobatan Covid-19, harga yang akan dibeli WHO itu sangat murah.
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/molnupiravir.jpg)