LINGGA TERKINI
Banjir Rob Terjang Rumah Warga, Biasa Terjadi Awal dan Akhir Tahun
Warga pun mengangap lumrah banjir rob menerjang sejumlah rumah warga itu. Kondisi ini diakui warga terjadi pada awal dan akhir tahun.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob merendam sejumlah rumah warga di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Senin (8/11/2021).
Banjir yang disebabkan naiknya air laut itu setidaknya telah meredam sejumlah rumah warga selama dua hari.
Sebanyak 10 rumah warga di Kampung Suak Rasau RT 03/RW 04, Desa Sungai Buluh setidaknya digenangi banjir sedang hingga besar.
Dari 10 tersebut, ada dua rumah yang mencapai ketinggian lutut hingga paha orang dewasa.
Salah seorang warga, Wahab mengatakan bahwa pada bulan ini masuk akhir tahun ataupun di awal tahun.
Biasanya banjir disebabkan air laut pasang memang sering terjadi di kampungnya itu.
Namun hal itu tidak membuatnya khawatir, karena rumahnya sendiri merupakan rumah panggung yang telah dibangun lama.
Baca juga: Banjir Rob di Bintan Genangi Kawasan Pelabuhan Bulang Linggi, Pengendara Cari Jalan Lain
Baca juga: Banjir Rob di Lingga, Puluhan Warga Desa Batu Berdaun Mengungsi ke Kantor Desa
Sehingga aliran laut dari muara itu hanya mencapai kaki rumahnya.
Rumahnya yang sedikit tinggi merupakan bentuk antisipasi terhadap banjir rob.
Karena rumahnya yang berdekatan dengan muara sungai.
"Paling tidak cuma mindahin sandal ke tempat yang lebih tinggi, takut hanyut," kata Wahab kepada TribunBatam.id.
Namun ia menambahkan, bagian dapur rumah pernah sekali masuk air laut dalam puluhan tahun.
Hal itu bertepatan awal Januari 2021 lalu ketika air laut pasang besar.
"Alhamdulillah, tak ganggu aktivitas kami di sini lah. Karena 1 jam air lautnya sudah surut," ucapnya.
Beberapa warga yang rumahnya terendam banjir juga tidak terlalu mengkhawatirkan peristiwa itu.
Terlihat, sejumlah rumah warga yang terendam banjir merupakan rumah panggung atau yang dibangun tinggi.
Baca juga: Air Laut Pasang, Belasan Rumah di Singkep Pesisir Lingga Terendam Banjir Rob
Baca juga: Sudah 3 Hari Banjir Rob Rendam Rumah dan Toko di Tanjung Uban Bintan
Beberapa rumah itu pun berada tidak jauh dari lokasi muara yang tersambung dengan aliran laut.
Akibat banjir tersebut, menyisakan banyak sampah di halaman rumah warga.
Baik itu sampah plastik, daun maupun kayu.
WASPADA Hujan Lebat
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga mengingatkan adanya potensi cuaca buruk pada besok, Selasa (9/11/2021).
Curah hujan lebat di Kabupaten Lingga diprakirakan akan kembali terjadi pada besok.
Hal itu juga diwaspadai dengan terjadinya potensi hujan lebat disertai petir di seluruh wilayah di Lingga dari pagi hingga siang hari.
"Untuk malam hari dan dini hari cuaca akan hujan lebat disertai petir," kata Kepala BMKG Dabo, Sahat Mauli Pasaribu kepada TribunBatam.id, Senin (8/11).
Sahat mengatakan untuk arah angin dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan angin 4 hingga 30 kilometer (km) per jam.
"Tinggi gelombang laut diprediksi rendah hingga sedang, dengan ketinggian 0,50 hingga 1,25 meter," sebutnya.
Baca juga: Sejumlah Anak Antusias Bermain Air Ketika Banjir Rob di Desa Sugie Karimun
Baca juga: Gerhana Bulan 2020, Waspada Selain Jakarta Wilayah Ini Berpotensi Banjir Rob
Sementara, untuk arus permukaan pada besok hari dari Barat Laut ke Timur Laut, sekitar 5 hingga 30 centimeter per-detik.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional yang hendak melaut, agar memperhatikan cuaca.
CAMAT Singkep Antisipasi Banjir
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca yang sering hujan.
Khususnya bagi nelayan tradisional yang turun ke laut saat cuaca buruk.
Diketahui, beberapa nelayan di Lingga masih banyak memakai perahu kecil atau sampan.
Salah satunya di wilayah Kecamatan Singkep Pesisir, yang merupakan wilayah yang dekat dengan laut.
Sementara itu, Camat Singkep Pesisir, Muhammad Saman mengatakan, situasi saat ini belum terbilang ekstrem, sehingga wilayahnya dalam keadaan aman.
"Kadang-kadang anginnya teduh, kadang-kadang ribut. Artinya kepada nelayan jika melihat cuaca agak mendung, lebih baik ditunda dulu untuk turun melaut. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Saman kepada TribunBatam.id, Senin (8/11/2021).
Baca juga: Curhat Warga Kaveling di Batam Langganan Banjir: Tiap Tahun Begitu
Baca juga: Wakil Walikota Batam Ungkap Penyebab Banjir di Kawasan Nongsa, Selalu Jadi Langganan
Saman mengingatkan, masyarakat setidaknya bisa waspada dan antisipasi terhadap cuaca yang berpotensi buruk.
Ia menerangkan, saat ini sudah masuk air laut pasang besar. Namun, situasi di wilayahnya masih stabil dan belum dikhawatirkan ada hal buruk.
"Masih teratasi. Alhamdulillah, mungkin masyarakat di sini sudah terbiasa dengan situasi air laut pasang ini," ujarnya.
Pria yang dulunya pernah menjadi Camat Selayar ini, juga mewaspadai beberapa titik lokasi rawan air sungai meluap dikarenakan hujan.
"Yang saya lihat ada tiga titik di Sungai Desa Kote, Desa Lanjut, dan Desa Sedamai," sebutnya.
Baca juga: Waspada Banjir, Camat Singkep Pesisir Minta Pemda Normalisasi 3 Titik Rawan
Baca juga: SELAMA Seminggu Sudah 3 Kali Banjir Parah, Warga Kabil Minta Pemko Batam Buat Parit
Ia menerangkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lingga akan melakukan normalisasi terhadap sungai di Desa Kote.
Ia berharap Pemkab Lingga juga menormalisasi sungai di Desa Lanjut dan Desa Sedamai.
"Pokoknya di tiga desa ini, setidaknya meminta perhatian kepada pemerintah untuk titik-titik rawan di sungai ini," ucapnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/banjir-rob-terjang-rumah-warga-di-lingga.jpg)