Breaking News:

Obat Covid-19 Pil Molnupiravir Gratis atau Berbayar? Ini Penjelasan Kemenkes

Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes rencananya akan membeli obat covid-19 pil molnupiravir untuk mencegah gelombang ketiga.

istimewa
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (27/10/2021). 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Indonesia belum bisa memastikan apakah pemberian obat covid-19 Molnupiravir kepada masyarakat akan diberikan secara gratis atau berbayar.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini masih menunggu hasil uji klinik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemerintah Indonesia sebelumnya berencana untuk membeli sekitar 600 ribu hingga juta pil Molnupiravir ini.

Ini bertujuan untuk mengantisipasi gelombang ketiga virus corona.

Obat ini bahkan telah mendapat persetujuan Inggris sebagai obat Covid-19 pertama yang bisa diminum.

Persetujuan Inggris dikeluarkan pada Kamis (4/11/2021) dan menjadikannya negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaannya.

Baca juga: KONDISI Covid-19 di Kepri: Batam Tersisa 8 Kasus, Natuna dan Lingga Nihil Corona

Baca juga: Tiga Pekan Lingga Tanpa Kasus Aktif Corona, Ini Kata Ketua Satgas Muhammad Nizar

Pil Covid Molnupiravir merupakan buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck yang diketahui menciptakan obat tersebut.

"Belum difinalkan pelaksanaanya ya, masih menunggu selesai uji klinisnya," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (12/11/2021).

Nadia belum dapat memastikan Molnupiravir tiba di Indonesia.

Saat ini Kemenkes masih menunggu hasil uji klinis termasuk kepastin produksinya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved