Jumat, 1 Mei 2026

Obat Covid-19 Pil Molnupiravir Gratis atau Berbayar? Ini Penjelasan Kemenkes

Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes rencananya akan membeli obat covid-19 pil molnupiravir untuk mencegah gelombang ketiga.

Tayang:
istimewa
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (27/10/2021). 

“Rencananya kami akan beli dulu sementara 600.000 sampai 1 juta tablet bulan Desember,” kata Budi dalam rapat kerja Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Masuk Indonesia dari Luar Negeri Karantina Tiga Hari, Ini Kata Kemenkes

Baca juga: Kemenkes Resmi Turunkan Harga Tes PCR, Kadinkes Natuna Masih Tunggu Instruksi Bupati

Menkes menyampaikan, pil molnupiravir ini adalah obat yang diberikan kepda pasien Covid-19 yang saturasinya masih di atas 95.

Ia mengatakan, setiap pasien setidaknya membutuhkan 40 tablet dalam 5 hari.

“Masih 94 atau 95 (saturasi) dikasih obat ini hasil uji klinis di luar negeri 50 persen bisa sembuh enggak masuk rumah sakit,” imbuhnya.

6 Fakta Pil Covid-19 Molnupiravir

Obat covid-19 diklaim sudah ditemukan.

Adalah Pil Covid Molnupiravir buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck yang diketahui menciptakan obat tersebut.

Obat ini bahkan telah mendapat persetujuan Inggris sebagai obat Covid-19 pertama yang bisa diminum.

Persetujuan Inggris dikeluarkan pada Kamis (4/11/2021) dan menjadikannya negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaannya.

Lalu apa itu pil molnupiravir, bagaimana cara kerjanya, dan apakah bisa menggantikan vaksin Covid-19?

Berikut serba-serbi pil Merck molnupiravir yang dirangkum Kompas.com dari AFP.

1. Inggris Negara Pertama yang Setujui Pil Covid Merck Molnupiravir

Inggris memberi lampu hijau penggunaan pil Merck molnupiravir untuk mengobati pasien Covid-19 yang menderita gejala ringan hingga sedang, kata Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA).

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi negara kita, karena Inggris sekarang menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui antivirus yang dapat dibawa pulang untuk Covid-19," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid.

"Ini akan menjadi game-changer bagi orang-orang yang paling rentan dan imunosupresi, yang akan segera dapat menerima terobosan pengobatan," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved