Breaking News:

BATAM TERKINI

Nasib Miris Pekerja Batam, Alami Laka Kerja Gaji Tak Cair 23 Bulan, Perusahaan: Tunggu Disnaker

Seorang pekerja di Batam yang mengalami kecelakaan kerja berjuang mencari keadilan. Hak keuangannya diketahui terputus hingga 23 bulan.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Kuasa Hukum Nurhayati Zebua, saat menunjukkan surat laporan berikut foto kondisi kliennya sesudah mendapat perawatan akibat kecelakaan kerja, Senin (15/11/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nasib miris tentang pekerja di Batam masih saja terdengar.

Seperti yang dialami Nurhayati Zebua.

Pekerja PT Ghim Li Indonesia yang berlokasi di Belian, Kecamatan Batam Kota itu, diketahui tak mendapat hak keuangan hingga 23 bulan lamanya.

Yang membuat miris lagi, apa yang dialaminya terjadi saat ia masih dalam perawatan akibat kecelakaan kerja pada 6 April 2017 silam.

Ia mengalami luka serius pada bagian kepala.

Bahkan menurut kuasa hukumnya, Filemon Halawa dan Muhammad Natsir, rambut Nurhayati Zebua harus dipotong habis untuk mengobati luka yang dialaminya itu.

Baca juga: Heboh Kabar Kecelakaan Kerja PT ASL Shipyard Tanjunguncang Batam, Sekuriti: Tak Benar

Baca juga: Dua Pekerja PT MOS Karimun Korban Laka Kerja Ledakan Tangki Kapal Mulai Stabil

Mereka pun memiliki bukti berupa foto kondisi kliennya ketika itu.

Nurhayati Zebua diketahui bergabung dengan PT Ghim Li Indonesia pada 6 Januari 2017.

"Klien kami terus mendapat perawatan hingga saat ini akibat lakakerja itu. Bahkan dampaknya sampai saat ini masih ada. Perawatan terus dilakukan oleh RS Otorita Batam (RSBP). BPJS Ketenagakerjaan masih dibayar oleh Ghim Li hingga saat ini. Tapi gaji tidak diberikan sama sekali," ungkap kuasa hukum Nurhayati Zebua, Senin (15/11/2021).

Mereka pun akhirnya mengambil langkah dengan melayangkan laporan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau UPT Pengawas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved