Sabtu, 16 Mei 2026

ANAMBAS TERKINI

Nelayan 3 Hari Hanyut di Laut Akibat Cuaca Ekstrem Hingga Ditolong Kapal Vietnam

Nasib nelayan perbatasan Kepri ini sungguh malang. Mereka harus terombang ambing dengan ganasnya laut setelah kapal yang mereka gunakan pecah.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa/Lanal Tarempa
Tiga nelayan Anambas saat dijemput keluarganya setelah diselamatkan TNI AL dari kecelakaan laut. Ketiga Nelayan ini sempat terombang-ambing akibat kapal yang ditumpangi pecah akibat cuaca ekstrem. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Nasib malang dialami Damri (39), Iwan alias Ardi (39) dan Sabli (36).

Nelayan asal Anambas itu terombang ambing di laut lepas selama 3 hari di tengah laut lepas.

Penyebabnya kapal yang mereka gunakan untuk melaut pecah dihantam ombak, Jumat (29/10) sekira pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat kapal berada dekat platform Belida.

Kapal mengalami pecah pada bagian lambung setelah dihantam gelombang kuat.

Baca juga: Plt Bupati Bintan Serahkan Bantuan 7 Unit Kapal Ikan Fiber ke Nelayan

Baca juga: PSDKP Batam Amankan 3 Kapal Nelayan yang Tangkap Ikan Pakai Trawl di Perairan Lingga

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tarempa Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf, SE, MTr mengatakan adanya tiga nelayan asal Kepulauan Anambas mendapat musibah di tengah laut setelah mendapat laporan langsung dari Perwira Staf Intelijen Lanal Tarempa.

"Informasi Kecelakaan laut itu didapat dan lokasinya untuk penyelamatan dan penjemputan nelayan berada di peraiaran Laut Natuna Utara. Tepatnya di sekitar lokasi pengeboran migas Gajah Baru Offshore PT Premier Oil, pada Minggu (14/11/2021) sekira pukul 23.00 WIB," kata Danlanal Tarempa.

Danlanal Tarempa menyampaikan bahwa pada Senin (15/11/2021) pukul 01.00 WIB, menerima laporan via telephone dari Perwira Staf Intelijen bahwa telah terjadi kecelakaan laut.

Hingga mengakibatkan salah satu kapal nelayan yang diduga warga Kabupaten Kepulauan Anambas tenggelam di Perairan Laut Natuna Utara di sekitar lokasi Pengeboran Minyak Gajah Baru Offshore PT Premier Oil pada titik koordinat 5°01.567' N - 105°37.657' E.

"Atas dasar informasi tersebut dengan berkoordinasi pihak PT Premier Oil, saya melaporkan ke Komando atas Lantamal IV Tanjungpinang dan Guspulrla Koarmada 1. Kemudian Kotas memerintahkan seluruh Unsur yang berada di lapangan yang sedang melaksanakan patroli di laut Natuna. Posisi terdekatnya dengan koordinat keberadaan korban agar bertindak cepat melakukan pertolongan saat itu KRI," katanya.

Baca juga: KISAH Atan, Nelayan Batam yang Berhasil Bangun Tempat Wisata di Pulau Mubut Darat

Baca juga: Nelayan di Anambas Sukses Budidaya Ikan Kerapu, Pembeli Tetap dari Hongkong

Saat itu KRI Silaspapare-386 yang terdekat dan segera langsung melaksanakan evakuasi terhadap korban untuk selanjutnya dibawa menuju Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sebelum mendapat pertolongan dari KRI, ketiga nelayan ini se,mpat ditolong oleh kapal Vietnam pada 1 November 2021.

Kapal dengan nomor lambung KG.95878.13 diketahui menolong ketiga nelayan malang itu.

Selama 8 hari mereka berada di sana. Hingga pada hari ke-9, tiga nelayan tersebut di oper ke Kapal Vietnam lainnya (kapal Vietnam ke-2) selama 1 hari.

Selanjutnya di hari ke-10, ketiga nelayan tersebut kembali di oper ke Kapal Vietnam lainnya (kapal Vietnam ke-3) selama 1 jam.

Kemudian ketiga nelayan kembali di oper ke Kapal Vietnam lainnya (kapal Vietnam ke-4) selama 1 hari 1 malam.

Pada hari Minggu (14/11/2021), ketiga nelayan tersebut melihat Kapal Tugboat (TB) Dian Horizon berbendera Indonesia.

Tiga nelayan itu pun memutuskan untuk melompat dan berenang menuju Kapal Tagboat Dian Horizon tanpa sepengetahuan dan persetujuan otoritas setempat.

"Melihat ketiga nelayan tersebut berenang, pihak Kapal Tugboat Dian Horizon langsung melakukan evakuasi kemudian dilakukan tes PCR untuk memastikan aman dari Covid-19," kata Danlanal Tarempa.

Baca juga: Kapal Bawa 3 Nelayan Mati Mesin di Perbatasan Indonesia, Tim SAR Ungkap Kondisinya

Baca juga: Sempat Ditahan Otoritas Malaysia, 10 Nelayan Asal Sumatera Utara Akhirnya Dipulangkan

Seorang nelayan yang selamat dari kejadian tersebut, Ardi menyampaikan keputusan mereka untuk melompat dari kapal Vietnam dikarenakan Kapal tersebut akan kembali ke perbatasan Vietnam-Indonesia.

Dari keterangan ketiga nelayan bahwa selama mereka di Kapal Vietnam, mereka diperlakukan dengan baik oleh ABK Kapal dan diberi makan layaknya ABK Kapal yang lainnya.

”Saat proses pencarian korban, KRI Silaspapare–386 mendeteksi keberadaa kapal TB Dian Horizon dan melaksanakan kontak radio terkait infomasi laka laut nelayan Kepulauan Anambas dan diperoleh bahwa benar korban berada di TB Dian Horizon," kata Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf.

Selanjutnya KRI Silaspapare-386 meminta kepada TB Dion Horizon untuk merapat ke KRI Silaspapare–386 untuk mengantarkan korban guna diberikan pertolongan lebih lanjut dan dievakuasi menuju Tarempa.

Danlanal Tarempa menjelaskan identitas tiga nelayan yang diselamatkan dari kecelakaan laut tersebut.

Baca juga: Gubernur Kepri Bertemu Menteri KKP Sakti Wahyu, Bahas Soal Kesejahteraan Nelayan

Baca juga: PT Timah Bantu Jaring dan Mesin untuk Nelayan Sawang Laut Karimun

Nelayan atas nama Damri berasal dari Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Kemudian, Iwan alias Ardi asal dari Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, dan terakhir Sabli dari Desa Putik, Kecamatan Palmatak.

"Kerugian yang dialami untuk materil sejumlah lebih kurang Rp 60 juta, 1 buah Kapal pompong, 1 Unit GPS, 2 unit handphone, 1 unit bank viber ukuran 1 ton, 2 unit bank fiber ukuran 300 kilogram.(TRIBUNBATAM.id/ZABUR ANJASFIANTO)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved