Cerita Haru Calon PMI yang Hendak Diselundupkan Dari Batam, Hanya Naik Boat Pancung Ke Malaysia
Nurhayati seorang korban yang ditemui Tribunbatam.id mengatakan kalau dirinya tidak tahu menahu kalau akan menjadi korban perdagangan manusia.
Penulis: Eko Setiawan | Editor: Eko Setiawan
Sementara itu, Fatimah korban lainya masih merasakan sakit dibagian kepala setelah membentur akar bakau saat kapalnya dikandaskan oleh tekong TKI ketika dikejar oleh patroli Polairud Polresta Barelang.
Sambil menunjuk lebam di kepalanya, Fatimah meminta agar segera kembali ke kampung halamannya di Surabaya.
"Saya juga ingin pulang. Ini kepala saya masih sakit karena terbentur kayu malam itu. Saya rasa saya sudah mati malam itu," sebutnya.
Para korban sepertinya trauma dengan pristiwa malam itu. Semuanya mengatakan tidak mau diberangkatkan ke Malaysia dengan jalur ilegal ini.
"Ini pelajaran bagi kami, besok kalau mau kerja kesana mending lewat jalur resmi saja," singkatnya.
Dari penangkapan tersebut, Polisi mengamankan sebuah Boad pancung dan satu buah mesin. Seorang tersangka juga diamankan polisi, dia adalah orang yang membawa para pekerja migran hendak ke Malaysia.
Diberitakan sebelumnya, Delapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak diselundupkan ke Malaysian melalui Kota Batam diselamatkan oleh Satpolair Polresta Barelang.
Penyelamatan yang dilakukan Satpolairud Polresta Barelang ini dilakukan pada hari Kamis (18/11/2021) pukul 20.30 WIB.
Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Syaiful Badawai dalam ekspose perkara di Kantor Satpolair Polresta Barelang mengatakan kalau mereka menyelamatkan delapan PMI ini di kawasan Pulau Buaya Belakang Padang.
"Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kita melakukan pendalaman dan akhirnya menemukan mereka. Kita tangkap di kawasan pulau Buaya Belakang Padang," sebutnya.
Sempat terjadi kejar-kejaran anatara Polisi dengan tekong TKI di laut.
Karena terdesak, akhirnya kapal yang membawa PMI dikandaskan di Pulau Buaya kawasan Belakang Padang.
"Di sana mereka kita selamatkan, selain itu kita juga mengamankan seorang tekongnya," sebut Badawi lagi.
Sejauh ini para korban diinapkan di kantor Satpolair Polresta Barelang. Mereka rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman mereka dengan pihak ke tiga.
Baca juga: KAPAN Kebijakan Libur Nataru di Kepri Ditetapkan? Ini Jawaban Gubernur Kepri Ansar Ahmad
Dari hasil keterangan para korban juga terungkap kalau ada dari delapan korban sudah menyetor uang totalnya Rp 11 juta. Pertama Rp 2 juta dan dan seorang lagi Rp 9,5 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dsfawtratw.jpg)