Breaking News:

PEMPROV KEPRI

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Terima Penghargaan dari SKK Migas Sumbagut 

Penghargaan demi penghargaan kembali diperoleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad. Kali ini penghargaannya dari SKK Migas Sumbagut

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menerima penghargaan yang diserahkan langsung Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Kamis (25/11/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penghargaan demi penghargaan kembali diperoleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad.

Kali ini diberikan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)

Gubernur Ansar dinilai berperan aktif dalam mendukung kelancaran operasioanal hulu migas di Provinsi Kepri.

"Malam ini saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Provinsi Kepri untuk apresiasi dan penghargaan dari SKK Migas Sumbagut ini. Dan apresiasi saya yang tinggi juga untuk SKK Migas Sumbagut yang telah mengelar acara ini dan memilih Provinsi Kepri sebagai tempat acara Northem Sumatra Forum. Kami berharap, rangkaian acara ini bisa menghasilkan referensi-referensi penting dalam menyukseskan tugas SKK Migas, terutama di wilayah Provinsi Kepri," ungkap Gubernur Ansar usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Kamis (25/11/2021) malam. 

Gubernur pun berharap, ke depannya semakin terbuka peluang besar bagi daerah untuk  berpartisipasi dalam kegiatan SKK Migas. SKK Migas juga diharapkan semakin memiliki komitmen kuat dalam mengeksploitasi sumur-sumur minyak di Kepri, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi Provinsi ini. 

"Kita berharap, karena terbuka peluang besar bagi daerah dalam partisipasi pengelolaan minyak bumi. Harapannya, SKK Migas benar-bemar memiliki komitmen agar setiap sumur-sumur yang baru dikelola bisa memberikan nilai tambah bagi memperkuat fiskal di Kepri," tutur Ansar. 

Ia juga menyebutkan, Natuna adalah salah satu wilayah dengan cadangan minyak dan gas alam cair yang terbesar untuk Indonesia Deep Water Developement.  

Cadangan gas alam cair Natuna mencapai 48,7 triliun kaki kubik (MBBTU). Lebih besar dari cadangan gas alam cair di Selat Makasar dengan jumlah cadangan deposit gasnya 2,6 triliun kaki kubik(MBBTU) dan  Blok Marcela di Ambon dengan cadangan gasnya 16,7 triliun kaki kubik (MBBTU). 

Dengan potensi tersebut, Natuna bisa memberikan dukungan devisa selama 50 tahun ke depan.  

Semakin besar dukungan devisa dari Migas untuk negara, diharapkan juga bisa berdampak pada peningkatan dana bagi hasil untuk daerah.  

SKK Migas sebagai lembaga yang di berikan kewenangan oleh pemerintah, salah satu tugasnya adalah  mengoptimalisasi capaian produksi minyak nasioanal. SKK Migas ditargetkan bisa mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 miliar kaki kubik per hari hingga tahun 2030.  

"Gas alam cair di Natun masih banyak mengandung CO², namun kami yakin dengan teknologi  di bidang perminyakan dan gas, persoalan inindapat kita atasi bersama.  Pemerintah Kepri siap memfasilitasi mitra kerja KKKS yang bisa segera mengeksploitasi gas alam cair Natuna agar target yang ditetapkan pemerintah pada SKK  Migas dapat segera terwujud," jelas Ansar.  

Terakhir, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas dukungan-dukungan SKK Migas dalam membantu pembangunan di Provinsi Kepri yang direalisasikan dalam bentuk berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra) 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved