Breaking News:

WISATA KEPRI

Pakaian Khas Kepri Sarat Makna dan Pesan Positif Bagi Pemakainya

Berikut sejarah pakaian khas Melayu, Provinsi Kepri yang masih lestari sampai sekarang.

TribunBatam.id/Istimewa
Para pegawai Pemko Batam kenakan baju kurung khas Melayu. 

Seiring perkembangan zaman, pakaian masyarakat Melayu pun semakin berkembang.

Apalagi dengan adanya arus perdagangan Tiongkok, India, hingga Timur di wilayah Melayu.

Model pakaian para pedagang asing itu juga mulai diadopsi oleh masyarakat Melayu.

Baju Kurung umumnya lebih dikenal dengan Baju Melayu pada model pakaian pria.

Baju ini telah banyak digunakan pada masa kepemimpinan Sultan Muhammad Shah (1424-1444).

Sultan Ketiga Kesultanan Melayu Malaka itu memerintahkan rakyatnya, terutama laki-laki untuk mengenakan baju yang rapi dan bersih saat pergi shalat jumat.

Dulu, baju Melayu dibuat agak pendek dan ketat seperti baju pesilat.

Namun, lama kelamaan dibuat sedikit lebih longgar seperti sekarang.

Bukan tanpa alasan, potongan maju model kurung yang sedikit memanjang menyerupai model tunik ini memiliki filosofi tersendiri.

Baca juga: Pulau Ini Menyimpan Sejarah Kerajaan Melayu, Cicip Juga Kuliner Khasnya

Baca juga: Lokasi Wisata Anambas Ini Instagramable Banget, Dilengkapi dengan Permainan Anak

ilustrasi baju kurung melayu
ilustrasi baju kurung Melayu (Istimewa/net)

Melansir situs Dispar Kepri, ketika seseorang memakai baju kurung, maka ia sudah terikat dengan perbagai macam aturan atau rambu-rambu yang seharusnya dipatuhi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved