BATAM TERKINI
Harga Cabai Pasar Aviari Batam, Pedagang Sebut Pembeli Stabil
Berikut harga aneka cabai dan bawang di Pasar Aviari Batuaji, Batam, Senin (29/11/2021).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berikut harga cabai di Pasar Aviari, Kecamatan Batuaji, Batam, Provinsi Kepri, Senin (29/11/2021).
Aktivitas pembeli yang mengunjungi pasar Aviari, Batu Aji, setiap harinya selalu ramai, terkhusus pada saat pagi hari.
Sejumlah pengunjung terlihat menyusuri lapak pedagang sembari melihat-lihat apa saja yang ingin dibeli.
Sepanjang lorong di Pasar Aviari Batuaji, sudah banyak tersedia kebutuhan dapur seperti sayuran, cabai, telur, ikan, ayam, dan kebutuhan pokok lainnya bisa diperoleh di sini.
Pasar Aviari Batu Aji ini letaknya cukup strategis.
Baca juga: SKEMA Parkir Picu Perdebatan, DPRD Batam Minta Fasilitas Pasar Aviari Ditingkatkan
Baca juga: TOLAK Gate Parkir di Pasar Aviari, Pedagang Mengadu ke DPRD Batam
Berada di dala kawasan Aviari Plaza sehingga memudahkan pengunjung membeli segala kebutuhan ataupun keperluan sehari-hari.
Pantauan TribunBatam.id ketersediaan stok kebutuhan dapur di sini sangat tercukupi.
Sedangkan untuk harganya masih relatif sama dengan harga sebelumnya.
Seorang pedagang di Pasar Aviari, Edo mengatakan, cabai merah saat ini ia jual dengan harga Rp 52.000 per kilogramnya.
"Cabai gak nentu ya, kadang turun sedikit kadang juga naik. Tapi peminat masih lumayan, walaupun gak beli satu kilogram, paling banyak mereka beli 2,5 ons gitu," ujar Edo, Senin (29/11/2021).
Demi menjaga kepercayaan pelanggan, Edo selalu menyediakan cabai segar yang paling diburu oleh ibu-ibu rumah tangga.
"Cabai ini memang harus segar dan kering, makanya kalau ada cabai yang rada basah kami sisihkan supaya tidak membuat cabai lain cepat busuk. Ini kan kalau di dalam kulkas bisa tahan sebulan cabainya," terang Edo.
Selain cabai merah, ada juga cabai rawit yang dibanderol Rp 42.000 per kilogram, dan untuk cabai rawit setan Rp 52.000 per kilogram.
Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Pasar Inpres Tarempa Masih Stabil
Baca juga: Daftar Harga Cabai Pasar Tos 3000 saat PPKM Level IV Batam Selasa 27 Juli 2021
Seperti bawang merah dan bawang putih juga dijual Edo di sini, bawang merah sendiri saat ini satu kilogramnya Rp 32.000 dan bawang putih Rp 28.000.
Salah seorang pembeli, Erna menyebutkan ia mengunjungi pasar dalam dua hari sekali, sehingga jika terjadi kenaikan sedikit pada harga bahan pokok ia masih bisa mencari cara agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Dengan seperti itu dirinya bisa berhemat dan tetap masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
"Belanja tidak yang harus banyak-banyak, saya paling beli sayur seperti bayam cukup Rp 3.000 aja itu udah banyak, cabai merah beli nya 1 ons bisa tahan 2 hari. Paling kalau kayak sekarang harga minyak masih mahal, saya ubah pola masak, biasanya masak itu pakai minyak sekarang lebih ke santan dan olahan makanan berkuah gitu aja," kata Erna.
POLEMIK Parkir Khusus Kawasan Aviari
Warga komplek pertokoan dan bisnis Pasar Aviari Kecamatan Batuaji menolak keras parkir khusus yang diterapkan pengelola kawasan.
Hanya saja mereka harus kecewa.
Langkah mereka datang ke DPRD Batam saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) mereka anggap sia-sia.
Bukannya mendapat solusi nyata terkait kisruh penerapan parkir khusus di kawasan tempat mereka mencari makan, wakil rakyat itu malah memberi saran yang menurut mereka lari dari substansi pokok permasalahan.
Baca juga: Ini Sebab Warga Nekat Berkerumun di Pasar Aviari Batam Meski Pandemi Covid-19
Baca juga: Harga Minyak Goreng di Pasar Aviari Batam Naik Sampai 6 Kali, Minat Beli Turun
Sejumlah pedagang ini sebelumnya telah bersikap dengan penerapan parkir khusus yang kembali diperpanjang oleh pengelola kawasan yang menurut mereka dilakukan secara sepihak.
Mereka membentang spanduk pada sejumlah pintu masuk menolak adanya parkir khusus di sana.
Alasannya, omzet mereka terus saja turun sejak parkir khusus itu berlaku.
Ini belum lagi dampak akibat pandemi covid-19.
Sementara pusat pertokoan dan bisnis lain di sekitar mereka seperti SP Plaza hingga Pasar Fanindo bisa menerapkan parkir mandiri seperti yang mereka harapkan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Batam sebelumnya memanggil sejumlah warga RW 09 yang keberatan dengan penerapan parkir khusus yang diterapkan pengelola kawasan itu.
Termasuk perwakilan pengelola kawasan bisnis yang berada persis di depan RSUD Embung Fatimah Batam.
Sejumlah pedagang yang menggantungkan hidupnya di kawasan bisnis itu sebelumnya bersikap menolak penerapan parkir khusus yang diketahui sudah 3 kali perpanjangan kontrak.
Mereka membentang spanduk menolak parkir khussus di tempat itu.
Mereka menilai, penerapan parkir khusus berdampak pada turunnya jumlah kunjungan orang yang hendak berbelanja.
Terlebih kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
Baca juga: NGAKU Temukan Sabu di Tempat Sampah Pasar Aviari, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi
Baca juga: HARGA Cabai Merah di Batam Naik Terus, Penjual Nasi Padang Mulai Putar Otak
Juru bicara warga RW 09, Feri mengungkapkan jika polemik parkir khusus ini sudah terjadi sejak empat tahun terakhir.
Menurutnya, penerapan parkir khusus oleh pengelola kawasan dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat.
Dalam hal ini perwakilan RT dan RW 09.
Warga juga mempertanyakan bahwa ketika pihak PT Aviari mengaku sebagai developer di lingkungan tersebut, namun permasalahan terkait dengan jalan yang rusak dan parit tersumbat juga tidak diperhatikan.
Sejauh ini penyambungan kontrak yang sudah dilakukan PT Aviari tanpa melibatkan masyarakat sudah dilakukan selama 3 kali ini.
Warga bersikeras jika lingkungan tempat mereka mencari nafkah bisa menerapkan sistem parkir mandiri atau bebas parkir.
Jika pengelola kawasan tidak sanggup membayar, maka warga siap membayarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim saat dikonfirmasi Tribun Batam mengaku hari ini Dishub memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini.
Dari hasil rapat tadi pihak PT Aviari tidak bersedia untuk dilakukan penerapan parkir mandiri dengan alasan mereka khawatir pada saat ditetapkan parkir mandiri.
Mereka khawatir ada tunggakan dan beberapa hal lain yang harus di selesaikan ke pendapatan daerah Kota Batam.
Di sisi lain untuk izin pengelolaan lahan parkir saat ini sudah di tetapkan kepada pihak pengelola parkir atau PT Aviari dan akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.
Adapun alasan lain dari pihak PT Aviari tidak menginformasikan hal itu karena secara manajerialnya lebih mudah dan tunggakan tidak terjadi.
Namun ketika dilakukan parkir mandiri maka akan terjadi tunggakan retribusi.
"Kami sangat kecewa, karena selama RDP, kita tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan kita. Malah selama rapat kita hanya mendengar saran-saran dari dewan," ungkap Ketua RW 08, Pasar Aviari, Abun kepada TribunBatam.id, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: DIPICU Cuaca Ekstrim, Harga Cabai di Batam Makin Pedas, Cek Harga Terbarunya
Baca juga: Pengelola Kawasan Aviari Ngotot Parkir Khusus, Warga: Kenapa Perpanjangannya Sepihak?
Dia mengatakan yang ada di dalam rapat tersebut anggota dewan lebih condong membela pemilik komplek pasar Aviari.
"Mereka malah memberikan saran, bahwa dengan adanya parkir khusus tersebut, keamanan dan kenyamanan lebih terjamin. Kita bukan tidak terima hal itu. Tetapi persoalan yang kami hadapi bahwa usaha kami tidak jalan, karena tidak adanya pengunjung yang datang dan memilih ke pasar lain yang tidak ada parkir," kata Abun.
Feri, warga lainnya yang juga memiliki dua unit ruko di pasar Aviari yang dulunya memiliki usaha toko bangunan, saat ini dua unit rukonya harus ditutup karena tidak ada lagi pembelinya.
"Ini ruko saya terpaksa tutup, pembeli tidak ada," sebutnya.
Dia mengatakan semenjak adanya parkir khusus pembeli ke tokonya sudah tidak pembeli.
Dia berharap apa yang menjadi keluhan warga agar bisa diakomodir pemerintah.
"Kami memang pengusaha, tapi punya karyawan. Kalau usaha kita tidak jalan, terpaksa harus rumahkan karyawan, kasihan juga mereka," kata Feri.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika/Pertanian Sitanggang/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/aktivitas-ekonomi-di-pasar-aviari-batuaji-batam-kepri.jpg)