Breaking News:

CORONA KEPRI

Dihantam Pandemi, Banyak TK/PAUD di Tanjungpinang Gulung Tikar, Guru Pilih Jualan Online

Banyak TK/PAUD di Tanjungpinang gulung tikar selama pandemi. Jika sebelumnya ada ada 76 sekolah, tahun 2021 jumahnya turun drastis jadi 66 sekolah.

TRIBUNBATAM.id/NOVEN SIMANJUNTAK
Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Tanjungpinang, Netinilawati 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejak Pandemi Covid-19 melanda dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah lembaga pendidikan TK/PAUD di Kota Tanjungpinang mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal itu diungkapkan lansung oleh Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Tanjungpinang, Netinilawati, Senin, (29/11/2021)

Ia menyebutkan, sebelum Pandemi Covid-19 melanda, jumlah TK/PAUD di Kota Tanjungpinang tercatat berjumlah sebanyak 76 sekolah, namun di tahun 2021 ini berkurang drastis menjadi 66 sekolah.

"Pengurangan ini cukup drastis, dari pendataan kami kini jumlah TK/PAUD di Tanjungpinang tersisa 66 sekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak Pandemi Covid-19 yang mengubah sistem pembelajaran menjadi daring membuat para orang tua merasa terbebani lantaran harus mendampingi anaknya selama proses belajar.

"Selama ini kan, kalau diantar ke sekolah guru yang merangsang pola pikir anak. Nah sejak pandemi kini orangtua yang dituntut untuk turut serta meransang pola pikir anak saat belajar, mungkin faktor ini yang membuat orang tua jadinya terbebani," terangnya.

Baca juga: Pemkab Natuna Bakal Fokus Masalah Ini Selama Penerapan PPKM Level 3, Beda saat Pandemi

Baca juga: BEGINI Cara Imigrasi Kelas II Tarempa Cegah Masuknya Covid-19 Varian Omicron

Selain itu katanya, niat orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke TK/PAUD juga menurun seiring pandemi Covid-19 yang masih melanda di Kota Tanjungpinang.

"Karena itu otomatis, jumlah sekolah TK/PAUD berkurang di Tanjungpinang, karena sistem pembelajaran berganti daring sedang orang tua juga dituntut ikut mengajar dan membayar uang sekolah," jelasnya.

Dengan berkurangnya jumlah TK/PAUD, sejumlah tenaga pendidik pun turut beralih profesi guna menambah penghasilan ekonomi rumah tangga.

Beberapa di antaranya kini berwirausaha dengan jualan barang olshop dan catering makanan.

"Meski berhenti dari tugas utama mengajar, para tenaga pendidik itukan dibekali keahlian jadi tidak mengganggu perekonomian mereka," terang Neti.

Pihaknya bersama HIMPAUDI pun turut serta untuk memberikan dorongan dan semangat dengan melakukan kunjungan dan menampung setiap masukan para tenaga pendidik TK/PAUD yang ada di Kota Tanjungpinang.

"Insya Allah kami dari HIMPAUDI terus melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga TK dan PAUD, memberi dorongan kepada setiap pengelola ataupun Kepala Sekolah untuk tetap aktif dan bersemangat walaupun muridnya hanya 5 atau 6 sekarang ini," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved