Selasa, 28 April 2026

BERITA SINGAPURA

Garuda Indonesia Lirik Kebijakan Singapura Masuk Negeri Singa Tanpa Karantina

Kebijakan Singapura untuk pelaku perjalanan masuk tanpa karantina dilirik Garuda Indonesia lewat skema jalur perjalanan vaksinasi.

TribunBatam.id/Istimewa
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Maskapai penerbangan ini melirik kebijakan Singapura terkait pembukaan jalur perjalanan vaksinasi atau skema VTL. 

TRIBUNBATAM.id - Garuda Indonesia melirik kebijakan Singapura terkait pelonggaran pintu masuk bagi pelaku perjalanan Jalur Perjalanan Vaksinasi atau Vaccinated Travel Lane (VTL).

Kebijakan yang berlaku mulai Minggu (28/11) itu, memberi keleluasaan bagi pelaku perjalanan dari Indonesia tak lagi melakukan karantina ketika masuk Singapura.

Sebelumnya, rencana pembukaan pintu masuk Singapura untuk Warga Negara Indonesia (WNI) melalui skema VTL ini dikabarkan mulai berlaku pada 29 November 2021.

Maskapai pelat merah ini diketahui menjadi maskapai pertama yang melayani penerbangan khusus Jakarta-Singapura sejak kebijakan ini diterapkan.

Rute penerbangan Jakarta-Singapura akan dioperasikan oleh Garuda Indonesia melalui nomor penerbangan GA 836 dan dilayani sebanyak 6 kali per minggu dengan armada A330-300.

Garuda Indonesia tetap optimistis meski sebelumnya dihantam sejumlah kabar tak sedap, khususnya terkait nasib kelanjutan maskapai.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo bahkan sebelumnya menyebutkan jika secara teknis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sudah dalam kondisi bangkrut.

Hanya saja belum secara legal.

Baca juga: Beda dengan Singapura, Kadinkes Kepri Ungkap Faktor Penentu Turunnya Kasus Covid-19

Baca juga: UPDATE Syarat dan Dokumen Wajib Penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink Per November 2021

Pemerintah menurutnya sedang mencari jalan keluar agar keuangan maskapai pelat merah tersebut bisa sehat kembali.

Pria yang akrab disapa Tiko itu menjelaskan, kondisi keuangan Garuda Indonesia saat ini memiliki ekuitas negatif sebesar 2,8 milliar dollar AS atau sekitar Rp 40 triliun per September 2021.

Ini artinya perusahaan memiliki utang yang lebih besar ketimbang asetnya.

Saat ini liabilitas atau kewajiban Garuda Indonesia mencapai 9,8 miliar dollar AS, sedangkan asetnya hanya sebesar 6,9 miliar dollar AS.

Neraca Garuda sekarang mengalami negatif ekuitas 2,8 milliar dollar AS.

Ini bahkan mengalahkan Jiwasraya.

Ia menjelaskan, liabilitas Garuda Indonesia mayoritas berasal dari utang kepada lessor yang nilainya mencapai 6,35 miliar dollar AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved