Senin, 13 April 2026

China Punya Jebakan Utang Bikin Inggris Waspada, Indonesia Bagaimana?

Skema jebakan utang China buat Inggris waspada. Kepala intelijen mereka (MI6) memperingatkan bahaya itu. Bagaimana Indonesia?

KOMPAS
Negara di Eropa ini mewaspadai skema jebakan utang China yang dikemas dalam bentuk investasi. FOTO: Potret Shanghai Shipyard Riverside Park, China belum lama ini. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Dominasi China akan dunia terus saja mereka lancarkan.

Salah satu yang paling nyata adalah kebijakan dalam bidang ekonomi.

Sebagai salah satu negara berpengaruh dan diperhitungkan di dunia, China menjalin kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Yang terbaru, perusahaan asal China, Chengtun Mining Group Co, akan kembali berinvestasi pada sebuah pabrik nickel matte yang merupakan bahan baku untuk bahan kimia baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Total investasi proyek dilaporkan mencapai US$ 245 juta.

Dalam keterbukaan informasi pada Hari Kamis (2/12), Chengtun Mining mengatakan masuk pasar Indonesia lewat perusahan patungan bernama PT ChengMach Nickel.

Unit Chengtun Hongcheng International akan memegang 70% ekuitas ChengMach Nickel. Lalu sisanya dipegang oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Singapura yakni Extension Investment Pte seperti dikutip Kontan.co.id.

Baca juga: China Usik Laut Natuna Utara Kepri, Desak Indonesia Stop Pengeboran Migas

Baca juga: Petenis China Buat Gempar, WTA Sampai Tangguhkan Turnamen Akibat Pengakuannya

Data Bank Indonesia menunjukkan utang luar negeri Indonesia ke China per Agustus 2021 berjumlah 21,2 miliar dollar AS (Rp 305 triliun).

China merupakan peminjam terbesar keempat kepada Indonesia, setelah Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang.

Data juga menunjukkan bahwa jumlah utang Indonesia meningkat lebih dari 400 persen dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, China juga merupakan negara kedua dengan nilai investasi terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai investasi China di Indonesia pada 2020 berjumlah 4,8 miliar dollar AS (Rp68,9 triliun).

Nilai investasi itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2018 lalu yang berkisar 2,37 miliar dollar AS.

Peningkatan investasi China tidak lepas dari proyek Belt and Road (BRI), program ambisius Presiden Xi Jinping yang dimulai pada 2013.

Baca juga: China Buat AS hingga Inggris Cemas, Kembangkan Senjata Mematikan sampai Kecerdasan Buatan

Baca juga: China Kerahkan 27 Jet Tempur Masuk Zona Udara Taiwan Buntut Kunjungan Delegasi AS

Indonesia mendapatkan 72 proyek BRI bernilai total 21 miliar dollar AS sejak 2015.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved