PERBANKAN
Apa Beda KPR Subsidi dan KPR Nonsubsidi? 7 Poin Jadi Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah
Salah satu perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi terletak pada ada dan tidaknya campur tangan pemerintah di dalamnya.
Pinjaman pokok: 48.000.000 Bunga tetap (flat/fixed): 48.000.000 x 12 persen = 5.760.000 : 12 bulan = 480.000 / bulan Cicilan: 48.000.000 : 12 bulan = 4.000.000 / bulan Besar cicilan + bunga yang harus dibayar perbulan: 4.000.000 + 480.000 = 4.480.000 / bulan
Kesimpulannya adalah besar cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan hingga pelunasan dan masa tenor habis adalah Rp 4,48 juta.
Angka tersebut tidak akan berubah karena menggunakan jenis suku bunga tetap (flat/fixed).
Sementara itu, bunga mengambang atau floating rate adalah jenis suku bunga yang mengikuti perkembangan tingkat bunga pasar uang.
Sehingga jumlah cicilan pun akan berubah-ubah. Apabila suku bunga di pasaran melonjak, maka jumlah kredit Anda secara otomatis akan bertambah.
Namun, jika bunga di pasar uang tengah mengalami penurunan, kredit atau cicilan pun tentunya juga ikut menurun.
Berbeda dengan KPR nonsubsidi yang terdiri dari 2 jenis suku bunga, KPR subsidi hanya menerapkan satu suku bunga saja yakni bunga tetap (fixed/flat rate) sebesar 5 persen.
Baca juga: Jangan Kena Blokir, Cek Cara Mengganti Kartu ATM Magnetik ke Kartu Chip Bank BNI, BRI, Mandiri, BCA
Baca juga: HARGA Tiket dan Jadwal Pesawat dari Batam ke Jakarta, Medan, Padang, Surabaya dll, Hari Ini (6/12)
4. Ukuran atau tipe rumah subsidi dan nonsubsidi
Perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi juga dapat dilihat dari ukuran atau tipe rumahnya.
Rumah KPR subsidi pemerintah memiliki ukuran luas maksimal 36 m persegi (tipe 36), sedangkan luas rumah KPR nonsubsidi bisa lebih dari 36 m persegi.
5. Fasilitas rumah
Fasilitas rumah KPR nonsubsidi berbeda dengan yang dimiliki oleh KPR subsidi.
Di mana rumah nonsubsidi umumnya lebih lengkap dari rumah bersubsidi yang hanya dilengkapi dengan kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu.
6. Lokasi rumah
Lokasi rumah subsidi rata-rata berlokasi jauh dari pusat kota. Mengapa begitu? Karena tujuan utama pembangunan tersebut yakni untuk mengembangkan kota baru. Hal ini bertolak belakang dengan KPR subsidi, rumah KPR nonsubsidi umumnya berlokasi strategis di pusat kota dekat dengan fasilitas umum.
7. Waktu renovasi rumah
Perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi yang terakhir adalah waktu renovasi rumah.
Rumah bersubsidi menerapkan peraturan di mana hunian tersebut baru dapat direnovasi setelah 2 tahun pertama. U
ntuk KPR nonsubsidi, Anda sebagai pemilik diperbolehkan dengan leluasa merenovasi rumah tanpa ketentuan waktu minimal maupun maksimal.
Itulah perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi yang tak boleh dilewatkan.
Kedua jenis KPR tersebut tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. (*)