Senin, 27 April 2026

China Punya Obat Covid-19, Klaim Tekan Risiko Rawat Inap hingga Kematian

Obat covid-19 hasil pengembangan China ini bahkan diikuti Inggris dan otoritas kesehatan Uni Eropa.

Tribun Network
Ilustrasi Covid-19 - China mengklaim memiliki obat covid-19 yang dapat mengurangi risiko rawat inap bahkan kematian, khususnya untuk pasien berisiko tinggi. 

2. Cara Kerja dan Pemakaian Pil Covid Molnupiravir

Pil molnupiravir bekerja dengan mengurangi kemampuan virus untuk bereplikasi, sehingga memperlambat penyakit.

MHRA mengatakan, uji coba menyimpulkan pil Covid Merck molnupiravir "aman dan efektif untuk mengurangi risiko rawat inap dan kematian, pada orang dengan Covid-19 ringan hingga sedang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah".

Berdasarkan data uji klinis, pil Covid Merck ini paling efektif bila diminum saat tahap awal infeksi, dan MHRA menyarankan agar digunakan dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.

Pil Covid Merck molnupiravir sudah diizinkan digunakan pada orang yang memiliki setidaknya satu faktor risiko untuk mengembangkan penyakit parah, termasuk obesitas, usia tua, diabetes, dan penyakit jantung.

3. Obat Covid-19 Pertama yang Bisa Diminum

Kepala eksekutif MHRA June Raine menyebut pil molnupiravir sebagai tambahan senjata untuk melawan Covid-19.

"Ini juga merupakan antivirus pertama yang disetujui di dunia untuk penyakit ini yang dapat diminum alih-alih diberikan secara intravena," tambahnya.

"Ini penting karena (obat) itu berarti dapat diberikan di luar rumah sakit."

Uji klinis menemukan, pil molnupiravir efektif mengurangi risiko masuk rumah sakit, atau kematian bagi orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit yang berisiko hingga 50 persen, menurut Munir Pirmohamed, ketua Komisi Human Medicines.

Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing

Baca juga: Ribuan Warga Batam Belum Dapat Vaksin Corona, Dinkes Klaim Capaian Hampir 100 Persen

Hingga saat ini, pengobatan Covid-19 seperti antibodi monoklonal dan remdesivir Gilead - yang diizinkan untuk digunakan di Uni Eropa dengan nama Veklury - diberikan secara intravena.

4. Awalnya untuk Menghambat Influenza

Molnupiravir awalnya dikembangkan sebagai penghambat influenza dan virus pernapasan oleh tim di Universitas Emory di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

Merck juga melakukan uji klinis terpisah untuk penggunaan pil molnupiravir sebagai pencegahan bagi orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien Covid-19 agar tidak terjangkit penyakit tersebut.

5. Bukan Pengganti Vaksin Covid-19

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved