China Punya Obat Covid-19, Klaim Tekan Risiko Rawat Inap hingga Kematian
Obat covid-19 hasil pengembangan China ini bahkan diikuti Inggris dan otoritas kesehatan Uni Eropa.
Namun para ahli memperingatkan, pil molnupiravir bukanlah obat ajaib dan Pirmohamed mengatakan, obat itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti vaksin Covid-19.
Pemerintah Inggris mengatakan, mereka dan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang dikelola negara akan mengumumkan peluncuran pil Covid Merck molnupiravir pada waktunya.
Baca juga: Timnas Malaysia Ketakutan di Ajang AFF2020, 2 Pemainnya Andalannya Terkena Covid-19
Baca juga: Singapura Waspada Omicron, 2 Pelancong Positif Varian Baru Corona Transit di Bandara Changi
6. Dipesan Ratusan Ribu hingga Jutaan Dosis
Inggris yang menjadi salah satu negara paling terpukul oleh pandemi Covid-19, pada 20 Oktober mengumumkan bahwa mereka telah memesan 480.000 dosis molnupiravir dari raksasa farmasi AS, Merck.
Regulator obat di Amerika Serikat dan Uni Eropa juga memulai evaluasi obat Covid-19 ini.
Merck telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah lain, termasuk AS, yang merencanakan pembelian 1,7 juta dosis jika pil molnupiravir disetujui oleh regulator.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang China
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1-7-2021-virus-corona-lambda.jpg)