Rabu, 8 April 2026

China Punya Obat Covid-19, Klaim Tekan Risiko Rawat Inap hingga Kematian

Obat covid-19 hasil pengembangan China ini bahkan diikuti Inggris dan otoritas kesehatan Uni Eropa.

Tribun Network
Ilustrasi Covid-19 - China mengklaim memiliki obat covid-19 yang dapat mengurangi risiko rawat inap bahkan kematian, khususnya untuk pasien berisiko tinggi. 

TRIBUNBATAM.id - Pandemi covid-19 masih menjadi perhatian dunia Internasional, termasuk China.

Sejumlah penelitian terus dikembangkan guna mencari obat pasti untuk menyembuhka orang yang terkonfirmasi virus yang banyak memakan korban jiwa ini.

Belum lagi selesai dengan penanganan covid-19, dunia kembali dibuat pusing dengan virus corona varian Omicron yang terus berkembang.

Yang terbaru covid-19 varian B.1.1.529 atau varian Omicron yang telah terdeteksi pada sejumlah negara.

Singapura bahkan baru-baru ini melaporkan lagi 2 kasus covid-19 varian Omicron yang terdeteksi di negaranya.

Baca juga: Obat Covid-19 Pil Molnupiravir Gratis atau Berbayar? Ini Penjelasan Kemenkes

Baca juga: Janji China Bantu Negara di Afrika Terkait Covid-19, Vaksin hingga Investasi Fantastis

Satu bahkan diketahui merupakan petugas bandara sekaligus merupakan kasus pertama.

China yang disebut-sebut sebagai negara pertama munculnya virus corona ini pun terus mengembangkan penelitiannya.

Yang terbaru, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu mengklaim obat covid-19 yang bisa mengurangi risiko rawat inap bahkan kematian secara signifikan untuk pasien berisiko tinggi.

Penggunaan obat hasil pengembangan Universitas Tsinghua, Brii Biosciences serta Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen ini bahkan sudah mendapat lampu hijau Badan Produk Medis Nasional pada Rabu (8/12) seperti diberitakan AFP.

Inggris pekan lalu juga mengizinkan perawatan dengan menggunakan obat covid-19 seperti yang diterapkan di China ini.

Otoritas kesehatan Uni Eropa telah menyetujui pil covid-19 untuk penggunaan darurat, yang melibatkan obat antivirus guna memperlambat penyakit dengan mengurangi kapasitas virus bereproduksi di dalam tubuh.

Pengobatan antibodi monoklonal namanya.

Antibodi monoklonal adalah sejenis protein yang menempel pada spike protein virus corona, sehingga mengurangi kemampuannya untuk memasuki sel-sel tubuh.

Perawatan tersebut melibatkan kombinasi dua obat, diberikan melalui suntikan.

Serta dan dapat digunakan untuk mengobati kasus-kasus tertentu yang berisiko berkembang menjadi lebih parah, kata Badan Produk Medis Nasional China diberitakan Kompas.com dari AFP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved