Breaking News:

BINTAN TERKINI

Tarik Ulur UMK 2022, Pemkab Janji Surati BPS Revisi Data Konsumsi per Kapita

Perwakilan buruh di daerah ini kecewa karena UMK 2022 nilainya sama dengan besaran UMK tahun ini.

TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi FSPMI Bintan
Perwakilan FSPMI saat audiensi dengan Plt Bupati Bintan terkait UMK 2022, Jumat (17/12/2021). Mereka meminta pemerintah merivisi UMK Bintan tahun 2022. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Nasib Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan 2022 kini tertuju ke Badan Pusat Statistik (BPS).

Saat menggelar audiensi antara Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama Plt Bupati Bintan, mereka sepakat menyurati BPS, Jumat (17/12/2021).

Data konsumsi per kapita Bintan yang disajikan BPS berada pada angka Rp 1,2 juta.

Adapun angka konsumsi rata-rata di Tanjungpinang Rp 1,8 juta serta Batam di angka Rp 2 juta.

Besaran angka ini diketahui menjadi salah satu dasar untuk menghitung angka UMK Bintan.

Massa buruh sebelumnya menggelar aksi di depan pintu masuk Kawasan Industri Seri Kuala Lobam.

Ada tiga poin yang di tuntut buruh dari FSPMI Bintan.

Yakni menolak (SK) Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1366 tahun 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan, yang menetapkan nilai upah tahun 2022 sebesar Rp 3.648.714.

Baca juga: SOAL UMK Batam, Gubernur Ngaku Ikut Ketentuan Pusat, Jika Melawan Bisa Dipecat

Baca juga: Gubernur Kepri Temui Serikat Pekerja Batam, Sebut Acuan Penetapan UMK UU Cipta Kerja

Angka ini diketahui tidak naik sama sekali dibanding dengan UMK Bintan 2021.

Selanjutnya, menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan meminta UMK Bintan tahun 2022 dinaikkan sebesar 5 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved