Minggu, 12 April 2026

BERITA CHINA

China Ngotot Taiwan Masuk Wilayahnya, 'China Harus Dipersatukan Kembali'

China bahkan mengibaratkan Taiwan sebagai pengembara yang pada akhirnya akan pulang. Konflik dua negara ini sudah terjadi sejak lama.

TribunBatam.id/Istimewa/ Kompas.com via AFP Photo/Pool/Greg Baker
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi optimistis jika Taiwan bakal kembali ke pangkuan Beijing. 

TRIBUNBATAM.id - Sikap China atas Taiwan yang mengklaim jika negara demokratis itu merupakan wilayahnya semakin menyita perhatian dunia Internasional.

China semakin mantap dan optimistis jika Taiwan yang kini dipimpin oleh Tsai Ing-Wen itu kembali di bawah kendalinya.

Bahkan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyebut jika Taiwan adalah pengembara yang suatu saat akan pulang ke Beijing.

Negeri yang dipimpin Xi Jinping meradang setelah Taiwan lebih condong ke Amerika Serikat (AS).

Amerika Serikat menurut China terlalu ikut campur urusan kepentingan negaranya.

Baca juga: China Tetap Lirik Indonesia Buat Investasi, Menko Luhut: Sampai Gak Dapat Hotel

Baca juga: China Kian Sangar Klaim Laut Natuna Utara, AS Hingga Jerman Kirim Armada Militer

Dua negara besar ini bahkan saling lempar pernyataan dan sikap yang memicu situasi panas dunia Internasional.

Sebut saja sikap Amerika Serikat yang berencana memboikot diplomatik Olimpiade Beijing 2022.

Yang diikuti oleh sejumlah negara lain seperti Inggris, Kanada hingga Australia.

China semakin gusar dengan pernyataan yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat yang prihatin dengan banyak persoalan yang menurut mereka ditimbulkan dari angkuhnya pemerintahan China.

Sebut saja klaim mereka tentang Laut Natuna Utara hingga persoalan muslim Uyghur.

China meminta Amerika Serikat untuk berhenti mengurusi kepentingan negaranya dan fokus saja mengurus negaranya, seperti penanganan covid-19 yang menurut Beijing masih belum tuntas.

Amerika Serikat merupakan pendukung Internasional terpenting sekaligus pemasok senjata untuk Taiwan, meski tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Dalam dua tahun, Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan.

“Taiwan adalah pengembara yang pada akhirnya akan pulang, bukan bidak catur untuk digunakan oleh orang lain. China harus dan akan dipersatukan kembali,” ujar Wang pada Senin (20/12/2021) seperti diberitakan Kompas.com.

Baca juga: Amerika Serikat Desak China Berhenti Buat Masalah di Indo-Pasifik

Baca juga: China Gusar, Minta Amerika Serikat dan Inggris Berhenti Ganggu Urusan Negaranya

Wang Yi yang berbicara di Beijing mengatakan, penyebab ketegangan saat ini adalah Pemerintah Taiwan yang mengandalkan AS untuk 'merdeka'.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved