LINGGA TERKINI
Bupati Hidupkan Lagi BUMD, Muhammad Nizar: Jangan Euforia Saja
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lingga sebelumnya jadi sorotan setelah terjerat pusaran korupsi.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
Alat ini tidak menghasilkan tepung ikan seperti tujuan awal.
Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Terima Penghargaan TOP Pembina BUMD di Jakarta
Baca juga: Ansar Ahmad Akan Rombak BUMD di Kepri, Kami Tempatkan Orang-orang yang Kredibel
Dari hasil penyelidikan, kata Harry, mesin pengolahan tepung ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi.
Hal itu diketahui setelah ahli meneliti alat ini.
Penyidik Polda Kepri kemudian meminta BPKP untuk melakukan audit terhadap keuangan maupun anggaran yang digunakan.
"Dari hasil audit ditemukan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 3.090.726.183," ungkap Harry yang didampingi Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Abdul Rahman di Polda Kepri, Kamis (7/10).
Selain satu unit mobil Honda CR-V berikut STNK dan BPKB, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda, 11 unit mesin pabrik, dokumen serta rekening koran.
Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri diketahui telah menyelesaikan proses penyidikan dan sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.
Ini artinya, kasus ini hanya menunggu proses persidangan.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bupati-lingga-lantik-komisaris-dan-direktur-bumd.jpg)