Kamis, 30 April 2026

BERITA CHINA

Amerika Serikat Cemas, Sebut China Bantu Produksi Rudal Balistik Arab Saudi

China bersama Rusia dilaporkan juga bersama-sama mengembangkan senjata berteknologi canggih.

Tayang:
Kompas.com
Badan intelijen Amerika Serikat (AS) menyebut China membantu produksi rudal balistik Arab Saudi. Di sisi lain, Rusia mengakui sedang bersama China mengembangkan senjata berteknologi tinggi, termasuk kerja sama di bidang luar angkasa. Foto yang diambil pada 29 April 2021 memperlihatkan roket Long March 5B membawa modul stasiun luar angkasa China, Tianhe dari Pos Peluncuran Luar Angkasa Wenchang.(AFP PHOTO/CHINA NEWS SERVICE/STR) 

TRIBUNBATAM.id - China terus mengembangkan teknologi selain meningkatkan kualitas militernya.

Apa yang dibuat negara yang kini dipimpin Xi Jinping ini membuat khawatir sejumlah negara maju.

Sebut saja Amerika Serikat (AS).

AS sebelumnya begitu mengkhawatirkan sikap China yang mengerahkan militernya untuk mengklaim wilayah Taiwan dan Laut Natuna Utara (Laut China Selatan).

Keprihatinan senada juga mereka sampaikan terkait tuduhan pelanggaran HAM terhadap kaum minoritas di sana.

Saling 'serang' pendapat hingga sikap pun tak terelakkan.

Baca juga: Bukti China Lirik Indonesia Buat Investasi, Bidik Jawa Timur Kucurkan Rp 350 Miliar

Baca juga: China Lockdown Kota Berisi 13 Juta Jiwa Setelah Muncul Puluhan Kasus Baru Corona

Hingga China meradang dan meminta sejumlah negara untuk berhenti mencampuri kepentingan negaranya.

Amerika Serikat (AS) dibuat merinding setelah badan intelijen AS menyebut Arab Saudi saat ini secara aktif memproduksi rudal balistiknya sendiri dengan bantuan China.

Saudi diketahui telah membeli rudal balistik dari China di masa lalu, tetapi tidak pernah mampu membangunnya sendiri.

Gambar satelit yang diperoleh CNN menunjukkan bahwa Kerajaan saat ini sedang memproduksi senjata setidaknya di satu lokasi.

Pejabat AS di berbagai lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih, telah diberi pengarahan dalam beberapa bulan terakhir tentang intelijen rahasia.

Informasi mengungkapkan beberapa transfer skala besar teknologi rudal balistik sensitif antara China dan Arab Saudi.

Pemerintahan Biden saat ini dihadapkan dengan pertanyaan mendesak.

Apakah kemajuan rudal balistik Saudi dapat mengubah dinamika kekuatan regional dan mempersulit upaya memperluas persyaratan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Hubungan Iran dan Arab Saudi diketahui tidak akur.

Baca juga: China Ngotot Taiwan Masuk Wilayahnya, China Harus Dipersatukan Kembali

Baca juga: Petenis China Bikin Pengakuan Mengejutkan, Sebelumnya Seret eks Wakil Pemimpin PKC

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved