BERITA CHINA
China Lockdown Kota Berisi 13 Juta Jiwa Setelah Muncul Puluhan Kasus Baru Corona
China memberlakukan lockdown terhadap kota berpenduduk 13 juta jiwa setelah muncul puluhan kasus baru covid-19 di sana.
TRIBUNBATAM.id - China mengambil langkah tegas dengan me-lockdown kota berpenduduk 13 juta orang.
Warga kota Xi'an diminta untuk membatasi aktivitas sosial secara ketat setelah muncul 52 kasus baru covid-19 hingga Rabu (22/12/2021) waktu setempat.
Tidak hanya Xian, kota Dongxing di selatan China pada Selasa (21/12/2021) juga memerintahkan 200.000 penduduknya untuk mengisolasi diri di rumah setelah muncul kasus baru virus corona.
Virus corona sampai sekarang masih menjadi atensi dunia Internasional.
Berbagai penelitian dibuat untuk mencari obat pasti untuk menekan laju penyebaran sekaligus penanganan dari virus yang telah bermutasi serta merenggut banyak korban jiwa ini.
China sebelumnya mengklaim obat covid-19 yang bisa mengurangi risiko rawat inap bahkan kematian secara signifikan untuk pasien berisiko tinggi.
Baca juga: China Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron, Kepri Malah Cetak Rekor
Baca juga: Heboh Varian Omicron, Sudah Masuk RI, Ini 6 Fakta Harus Diketahui
Penggunaan obat hasil pengembangan Universitas Tsinghua, Brii Biosciences serta Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen ini bahkan sudah mendapat lampu hijau Badan Produk Medis Nasional pada Rabu (8/12) seperti diberitakan AFP.
Data percobaan menunjukkan bahwa terapi kombinasi dapat mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada pasien berisiko tinggi sekitar 80 persen, menurut keterangan Universitas Tsinghua di media sosial pada Rabu malam.
Laporan media pemerintah sebelumnya menyebut, pengobatan tersebut juga telah digunakan pada pasien yang terinfeksi wabah lokal.
Mulai Kamis tengah malam (23/12/2021), hanya satu orang per rumah di Kota Xi'an yang boleh keluar untuk membeli kebutuhan.
Pemerintah lewat akun media sosial Weibo juga meminta penghuni lainnya wajib tetap di rumah kecuali dalam keadaan mendesak.
Warga tidak boleh meninggalkan kota kecuali diperlukan.
Mereka yang benar-benar mengharuskan pergi wajib menyerahkan bukti 'keadaan khusus' serta mengajukan permohonan persetujuan.
Perintah itu datang sehari setelah Xi'an mulai menguji semua 13 juta penduduknya.
Terminal bus jarak jauh ditutup dan pihak berwenang mendirikan pos pemeriksaan pengendalian penyakit di jalan raya keluar dari Xi'an, kata pemberitahuan pemerintah yang dikutip AFP.
Baca juga: China - Amerika Serikat Saling Serang LAGI, Buntut Tuduhan Pelanggaran HAM
Baca juga: China Punya Obat Covid-19, Klaim Tekan Risiko Rawat Inap hingga Kematian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sejumlah-pasangan-dengan-mengenakan-masker-menari-di-sebuah-taman-di-sebelah-sungai-yangtze-wuhan.jpg)