Sayang Nyawa dan Keluarga, Ini Gejala Awal Stroke Pada Pria yang Wajib Diwaspadai

Percaya atau tidak sebagian penderita stroke umumnya putus asa dengan kondisi lumpuh mereka alami. Perasaan tak berharga muncul di sebagian penderita

SHUTTERSTOCK
FOTO ILUSTRASI - Sayang Nyawa dan Keluarga, Ini Gejala Awal Stroke Pada Pria yang Wajib Diwaspadai 

TRIBUNBATAM.id - Serangan jantung memang sangat menakutkan. Tapi stroke tidak lebih baik dari jantung.

Percaya atau tidak, sebagian penderita stroke umumnya putus asa dengan kondisi lumpuh mereka alami.

Perasaan tak berharga muncul pada sebagian penderita, di mana sebelumnya mereka adalah sosok yang aktif dan bisa bergerak lincah kini hanya bisa duduk di kursi roda.

Jika pun masih bisa berjalan, penderita stroke akan meninggalkan bekas, seperti kesulitan menggerakkan sebagian badan dan sedikit sulit berbicara.

Itu dikarenakan stroke memotong aliran darah ke otak, merampas sel-sel otak dari oksigen dan nutrisi.

Wanita lebih mungkin melaporkan gejala tidak biasa, seperti pusing, sakit kepala dan perubahan status mental seperti kebingungan.

Meski demikian, pria juga bisa menunjukkan gejala ini meski cenderung menunjukkan gejala yang lebih mudah dikenali.

Baca juga: Cara Deteksi Pembekuan Darah di Otak, Cegah Stroke dengan Mengenali 7 Gejala Ini

Baca juga: 5 Kebiasaan Tidak Sehat yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Studi tahun 2015 berjudul "Sex Differences in Stroke Recovery" menunjukkan pria yang pernah mengalami stroke dapat meninggalkan rumah sakit dengan kecacatan lebih sedikit daripada wanita.

Setelah stroke, pria juga memiliki tingkat aktivitas harian lebih tinggi.

Ini mungkin karena pria cenderung lebih muda daripada wanita ketika mereka mengalami stroke.

Akibatnya, tubuh mereka mungkin lebih mampu pulih.

Pemulihan setelah stroke tergantung pada banyak faktor, termasuk:

- Area otak yang terkena stroke

- Jumlah waktu oksigen dan darah diblokir

- Kesehatan keseluruhan seseorang sebelum stroke

Beberapa orang pulih sepenuhnya dari stroke dan tidak mengalami efek yang bertahan lama.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 4 Pertolongan Pertama Serangan Stroke, Pemberian Obat bisa Fatal

Baca juga: Cara Cegah Stroke agar Tak Cacat Seumur Hidup, Cukup Lakukan 8 Hal Ini

Yang lainnya memerlukan terapi fisik jangka panjang dan obat-obatan, seperti:

- Mengencerkan darah

- Menurunkan tekanan darah

- Menurunkan kolesterol

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan, stroke lebih umum dan cenderung berakibat fatal pada wanita, sedangkan pria cenderung mengalami stroke di usia lebih muda.

Melansir Medical News Today, pada umumnya ada gejala awal tertentu ketika pria mengalami stroke.

Sebuah studi yang terbit pada tahun 2009 berjudul "Acute Stroke Symptoms: Comparing Women and Men" menyelidiki bagaimana stroke bisa memengaruhi pria dan wanita.

Mereka menemukan bahwa gejala yang paling umum pada pria adalah:

- Kesulitan menjaga keseimbangan, juga disebut koordinasi yang buruk

- Kelemahan pada satu sisi tubuh

- Mati rasa di satu sisi tubuh

Baca juga: AWAS! Inilah 8 Komplikasi Tekanan Darah Tinggi Paling Berbahaya, Termasuk Stroke

Baca juga: Kenapa Penderita Stroke Dianjurkan Minum Teh Hijau Setiap Hari?

Tanda-tanda peringatan dini

Seperti dikutip dari kompas.com, stroke iskemik adalah jenis yang paling umum.

Kondisi ini melibatkan sepotong plak atau gumpalan darah yang menghalangi arteri di otak.

Selain itu, ada pula stroke hemoragik yang lebih jarang terjadi dan melibatkan pendarahan di otak.

Seseorang mungkin mengalami serangan iskemik transien (TIA) atau "stroke ringan".

Ini mungkin menunjukkan gejala seperti stroke jangka pendek dan mereka dapat berfungsi sebagai tanda peringatan untuk stroke.

Selain itu, berikut ini beberapa gejala stroke yang bisa menjadi peringatan dini.

- Wajah mati rasa. Stroke dapat menyebabkan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi wajah.

Ketika seseorang dengan gejala ini mencoba tersenyum, hanya satu sisi mulut dapat merespons.

- Lengan lemah. Seseorang yang mengalami stroke mungkin tidak dapat mengangkat satu atau kedua lengan di atas kepala dan menahannya di sana.

- Kesulitan bicara. Seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau kata-kata mereka mungkin tidak masuk akal.

Baca juga: AWAS! Jangan Coba-coba Mandi di 3 Waktu Ini, Picu Penyakit Jantung hingga Stroke

Baca juga: WASPADA! Aterosklerosis Diam-diam Mematikan, Biang Kerok Penyakit Jantung dan Stroke

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved