BERITA CHINA

Nasib Olimpiade Beijing 2022 di China, Dewan Imam Global Ikut AS Sampai Keluarkan Seruan

Olimpiade Beijing 2022 di China jadi sorotan Dewan Imam Global (GIC). Mereka mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) terkait hal ini.

TribunBatam.id/Istimewa
Dewan Imam Global mengeluarkan seruang terkait Olimpiade Beijing 2022. Potret Logo Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Taman Shougang di Beijing. Foto diambil pada 1 Desember 2021.(NOEL CELIS / AFP) 

TRIBUNBATAM.id - Nasib Olimpiade Beijing 2022 semakin menjadi perhatian.

Setelah Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara bakal memboikot diplomatik yang diikuti oleh sejumlah negara lainnya, sebut saja Inggris.

Kini giliran Dewan Imam Global (GIC) yang melarang umat Islam di seluruh dunia untuk berpartisipasi pada Olimpiade Beijing 2022.

Rencananya, pelaksanaan olimpiade musim dingin di China itu akan diselenggarakan pada 4 Februari 2022.

China sebelumnya sempat bersikap atas sikap sejumlah negara yang mengikuti jejak Amerika Serikat terkait wacana boikot diplomatik itu.

Pemerintah Beijing berjanji akan mengambil langkah serius jika negara tersebut serius memberlakukan boikot diplomatik.

Baca juga: Bahagia Tahun 2022, Ramalan Kuno China Sebut 8 Shio Sukses di Segala Bidang

Baca juga: China Meradang, Sejumlah Negara Ikut Amerika Serikat Boikot Olimpiade Beijing 2022

Langkah boikot diplomatik berarti pejabat dan rombongan diplomatik tidak akan hadir dalam uven olahraga Internasional itu.

Mereka tetap mengirim utusan negara untuk berlaga dalam olimpiade tersebut.

Seruan Dewan Imam Global itu dikeluarkan pada 30 Desember 2021 lalu dengan dalih penindasan terhadap etnis Uighur di wilayah Xinjiang, China.

Dilansir dalam situs resminya, GIC mengaku sebagai organisasi para pemuka agama Islam transnasional dan terbesar di dunia dari semua mazhab.

Situs web GIC juga mengaku memiliki lebih dari 1.300 anggota di seluruh dunia sebagaimana dilansir NTD.

Dalam pernyataan tersebut, Presiden GIC Imam Mohammad Baqir al-Budairi mengatakan bahwa Olimpiade Beijing melayani kepentingan 'rezim tirani'.

Mereka menambahkan jika Negeri Panda bertanggung jawab atas genosida dan pembersihan etnis Uighur.

“Dewan Imam Global mengatur bahwa partisipasi dan kehadiran di Beijing 2022 dilarang. Kami mendukung, dan bersatu dengan Muslim Uighur yang tertindas. Pemerintah China terus melanggar hak asasi manusia dan fundamental Muslim China melalui penindasan, penyiksaan, dan kediktatoran,” tambah al-Budairi dalam suratnya seperti diberitakan TribunMedan.com.

Langkah itu dilakukan setelah AS mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 Beijing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved