Breaking News:

Korupsi di Karimun, Mantan Kades Tanjung Pelanduk Divonis 1,5 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada mantan Kades Tanjung Pelanduk Karimun Sudirman Syafrizal

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Sidang tindak pidana korupsi mantan Kades Tanjung Pelanduk di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Sudirman Syafrizal divonis 1 tahun 6 bulan penjara 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang telah menjatuhkan hukuman kepada Mantan Kepala Desa Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro Karimun, Sudirman Syafrizal.

Sudirman sebelumnya terlibat dalam kasus korupsi terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Tanjung Pelanduk, Kecamatan Moro tahun 2020.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Moro, Haryo Nugruho mengatakan, Sudirman divonis penjara selama satu tahun enam bulan.

Terdakwa terbukti melakukan dugaan tindak korupsi penyelewengan dana APBDes Desa Tanjung Pelanduk dan melanggar Pasal 3 Jo, Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Yakni tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Sudirman Syafrizal terbukti bersalah melakukan penyelewengan terhadap APBDes Tanjung Pelanduk untuk digunakan dalam kepentingan pribadi," ucap Haryo Nugruho, pada Jumat (14/1/2022)

Vonis terdakwa dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Majelis pada Pengadilan Tipikor di Tanjungpinang dan dihadiri Jaksa Penuntut Umum Jan Fanther Rio Simanungkalit serta terdakwa dan Penasehat Hukumnya.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan jabatannya, dengan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi.

Baca juga: Jaksa Limpahkan Berkas Korupsi SMAN 1 Batam ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang

Baca juga: Fakta Baru Korupsi SMAN 1 Batam, Guru Datangi Kejari Kembalikan Uang Hingga Rp 119 Juta

Sehingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana dakwaan subsider Jaksa Penutut Umum (JPU).

"Terdakwa menyelewengkan APBDes tahun 2020 untuk keperluan pribadi. Modusnya dengan membuat laporan fiktif honorium dan gaji perangkat desa senilai Rp 157 juta serta pengadaan aset berupa kendaraan senilai Rp 25 juta," jelasnya.

Selain hukuman penjara dan denda, terdakwa Sudirman Syafrizal juga diminta untuk membayarkan uang pengganti yang dikurangkan dengan yang sebelumnya telah dibayarkan sebesar Rp 85 juta.

"Apabila tidak dapat membayarkan uang penganti, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang, serta apabila tidak memiliki harta benda maka diganti dengan hukuman penjara 6 bulan," pungkasnya. (Tribunbatam.id/YeniHartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved