Breaking News:

Presiden Jokowi Ungkap Kasus Aktif Corona Naik 910 Persen, Minta Evaluasi PTM 3 Daerah

Presiden Jokowi meminta menteri dan lembaga berhati-hati menyikapi kondisi pandemi covid-19 di Indonesia.

Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengungkap kondisi kasus aktif covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id - Fakta mencengangkan diungkap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait perkembangan covid-19 di tanah air.

Saat membuka rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ia mengumumkan presentase kasus aktif virus corona naik 910 persen dari sebelumnya.

Tepatnya dari sebelumnya 6.108 kasus di tanggal 9 Januari (2022), menjadi 61.718 kasus di 30 Januari 2022.

Presiden Jokowi pun meminta para menteri dan pimpinan lembaga terkait berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Naik hingga 12.422 Sehari

Baca juga: Seberapa Bahaya Varian Omicron? Ini 5 Kabar Terbaru tentang Mutasi Virus Corona Itu

"Hati-hati, saya ingin menegaskan kehati-hatian kita karena kasus aktif ( Covid-19) naik 910 persen," ucapnya Senin (31/1/2022) sebagaimana dilansir dari unggahan di laman resmi setkab.go.id, Selasa (1/2/2022).

Dia melanjutkan, penambahan kasus baru Covid-19 juga mengalami kenaikan 2.248 persen.

Yakni dari 529 kasus pada 9 Januari 2022 menjadi 12.422 kasus pada 30 Januari 2022.

Meski demikian, pihaknya bersyukur meskipun kasus aktif naik 910 persen, tidak diikuti dengan melonjaknya angka kematian.

Meski demikian, pihaknya meminta sejumlah pihak untuk tetap waspada.

Presiden Jokowi juga meminta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan di Banten.

Ini mejadi salah satu hal yang ditekankan terkait covid-19.

Baca juga: Didampingi Gubernur Kepri, Presiden Jokowi Disambut Antusias Masyarakat Tanjungpinang

Baca juga: Pengungsi Afghanistan Belum Dapat Vaksin Corona, Gubernur Kepri Tunggu Arahan Pusat

Pertama, pemerintah harus menggunakan pendekatan penanganan yang berbeda melihat karakteristik dari Omicron.

Dalam jangka pendek, harus memperkuat bagian di hilir, sosialisasi, edukasi yang masif untuk masyarakat yang positif tanpa gejala, untuk melakukan karantina mandiri dengan konsultasi dokter secara mandiri di puskesmas, di faskes atau melalui telemedisin.

"Kemudian stok obat-obatan yang ada di apotek-apotek ini betul-betul harus dikontrol keberadaannya," ungkap presiden.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved