BATAM TERKINI
Walikota Minta Ponton Pelabuhan Sekupang dan Belakang Padang Batam Segera Diganti
Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta Dishub Kota Batam untuk mengganti ponton pelabuhan pancung di Sekupang maupun Belakang Padang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk mengganti ponton pelabuhan pancung di Sekupang maupun Belakang Padang.
Hal ini dikarenakan kondisi ponton tersebut sudah lama dan membahayakan.
"Ponton di Belakangpadang yang kita lewati, usianya sudah habis. Kalau bisa diganti baru," ujar Rudi, Jumat (18/6/2022).
Ia mengkhawatirkan ponton tersebut membahayakan masyarakat yang menggunakan transfortasi pancung.
Lantaran fungsi kualitasnya sudah semakin menua.
"Kalau tidak diganti bisa berbahaya. Jadi perlu ada yang baru biar masyarakat aman. Karena ponton ini sangat penting bagi masyarakat pulau," kata Rudi.
Sementara itu, Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto menambahkan, ponton sedang proses lelang, marena sudah tidak layak lagi.
Menurutnya, ponton tersebut merupakan sarana penting untuk mendukung aktivitas masyarakat pulau ke Batam
"Ponton sedang proses lelang, pelaksanaannya Dishub Batam. Ponton pelabuhan itu sejak zaman Pak Nyat, sekitar tahun 2000 an silam. Jadi sudah layak diganti baru," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim menambahkan, dua ponton di pelabuhan rakyat ini memang sudah tak layak lagi karena sudah rusak dan selayaknya untuk diganti.
Baca juga: Apindo Batam Mengejak Seluruh Pekerja Awasi Dana JHT
Baca juga: 628 PMI Masih Dikarantika di Rusun Tanjung Uncang Batam
Total anggaran yang digunakan untuk menganti dua ponton pelabuhan sebesar Rp4 miliar.
"Harus lelang konsultan dulu, nanti perhitungannya teknis konsultan perencanaan. Satu ponton pelabuhan anggarannya beda-beda, tapi totalnya Rp 4 miliar," ujarnya.
Salim memperkirakan, pengerjaan akan selesai Juni mendatang. Kedua ponton akan dikerjakan secara bersama.
Sehingga untuk sementara pancung bisa bersandar di ponton yang lama dulu sembari menunggu ponton baru yang dirakit.
"Karena prosesnya lama, lelang dua bulan dan pengerjaan dua bulan. Keduanya dikerjakan bersamaan. Treknya kapal masih di situ. Nanti, selesai dirakit baru ditarik ke pelabuhan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31012022walikota-batam-hm-rudi-hadiri-musrenbang-galang-baru.jpg)